Pemimpin Oposisi Venezuela Hadiri Konser Kemanusiaan

AFP, CNN Indonesia | Sabtu, 23/02/2019 09:08 WIB
Pemimpin Oposisi Venezuela Hadiri Konser Kemanusiaan Juan Guaido hadir di konser kemanusiaan di Venezuela. (Reuters/Andres Martinez Casares)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pemimpin oposisi Venezuela, Juan Guaido menghadiri konser kemanusiaan yang digelar di perbatasan Kolombia, Jumat (22/2). Konser yang dihadiri ribuan orang itu merupakan bentuk dorongan agar bantuan segera diberikan sehingga krisis kemanusiaan berakhir.

Kedatangan Guaido bisa dibilang sebagai kejutan karena ia tidak diprediksi hadir. Apalagi pemerintah menyerukan larangan resmi baginya untuk meninggalkan Venezule dan menghadiri konser di Kolombia yang diselenggarakan oleh pebisnis Inggris, Richard Branson itu.

Branson yang juga pemilik Virgin Air itu berharap bisa mengumpulkan dana bantuan kemanusiaan sampai sekitar US$100 juta selama 60 hari ke depan, lewat konser bertajuk 'Venezuela Aid Live' dan donasi visa internet.



Selama ini bantuan terus terkucur dari mana-mana, namun tertahan di Kolombia dan Brasil karena kebijakan Presiden Venezuela.

Nicolas Maduro sang presiden memblokade segala bantuan, termasuk makanan yang masuk. Yang terbaru, Kamis (21/2) kemarin ia memerintahkan agar perbatasan Brasil ditutup. Maduro juga menyebut Amerika Serikat tengah merencanakan intervensi militer terhadapnya.

Branson menyebut ada sekitar 300 ribu warga Venezuela yang membutuhkan makanan dan obat-obatan setelah bertahun-tahun berada dalam krisis, bahkan malnutrisi.


"Kita harus menembus kebuntuan, mengakhiri krisis kemanusiaan," ujar Branson kepada khalayak yang menghadiri konsernya, sebelum seorang penyanyi Venezuela memulai aksi.

Konser itu tak hanya diselenggarakan di perbatasan Venezuela-Kolombia, tetapi juga disiarkan di internet, termasuk lewat YouTube. Penampilnya termasuk penyanyi Luis Fonsi yang beberapa waktu lalu terkenal lewat Despacito. Presiden Kolombia Ivan Duque, Presiden Chili Sebastian Pinera dan Presiden Paraguay Mario Abdo dijadwalkan menutup konser.

Perwakilan Amerika Serikat, Elliott Abrams juga hadir dalam konser Jumat kemarin. Ia bergabung dengan pesawat yang membawa bantuan makanan dan obat-obatan. Kehadirannya pun mewakili tekanan internasional terhadap Maduro. Ia berkomentar soal kondisi Venezuela.


"Kemanusiaan dan kondisi sosial ekonomi di Venezuela saat ini sangat buruk. Ada kebutuhan yang sangat tinggi untuk makanan, barang-barang pokok, dan masyarakat internasional merespons itu," ujarnya, seperti dikutip dari AFP.

Krisis makanan dan tertahannya bantuan sampai mengakibatkan kematian. Beberapa saat sebelum konser, diberitakan AFP, seorang perempuan dan suaminya terbunuh di perbatasan Brasil. Mereka, bersama anggota komunitas Pemon berusaha mencegah prajurit Venezuela 'menyentuh' bantuan makanan untuk mereka. Belasan orang luka dalam kejadian itu.

Maduro juga mengadakan konser tandingan, dengan menampilkan artis-artis dari Venezuela dan Kuba. Konser Maduro dimulai beberapa jam setelah konser yang digagas Branson. Lokasinya juga tidak jauh, hanya beberapa ratus meter dari konser Branson.

Bantuan untuk Venezuela menumpuk.Bantuan untuk Venezuela menumpuk. (Reuters/Luisa Gonzalez)
Maduro sendiri tidak terlihat dalam konser yang digagasnya itu. Konser pun terlihat lebih sepi, hanya dihadiri sekitar 2.500 orang. (rsa)