Saudi Cegat Dua Warganya yang Ingin Kabur di Hong Kong

CNN Indonesia | Jumat, 22/02/2019 12:05 WIB
Saudi Cegat Dua Warganya yang Ingin Kabur di Hong Kong Ilustrasi. (AFP Photo/Anthony Wallace)
Jakarta, CNN Indonesia -- Dua perempuan bersaudara asal Arab Saudi dikabarkan dicegat oleh pejabat negara kerajaan tersebut di Bandara Hong Kong saat berusaha kabur ke Australia, Kamis (21/2).

Melalui pengacara, kedua perempuan yang diketahui dengan nama alias Reem dan Rawan itu mengaku sudah meninggalkan agama Islam dan takut menghadapi hukuman mati jika pulang ke Saudi.

"Kami kabur dari rumah untuk memastikan keselamatan kami. Kami berharap bahwa kami dapat diberikan suaka di negara yang mengakui dan melindungi hak-hak perempuan serta memperlakukan mereka secara setara," ucap Reem dan Rawan melalui pernyataan yang dibagikan pengacara mereka, Michael Vidler.


Reem dan Rawan disebut kerap mendapat pelecehan dan kekerasan di kampung halamannya. Kedua perempuan itu melarikan diri ke Hong Kong pada September lalu, saat berlibur bersama keluarga di Sri Lanka.
Kedua perempuan berusia 20 tahun dan 18 tahun itu terpaksa bersembunyi selama hampir enam bulan di Hong Kong karena pejabat Saudi berusaha menghalangi rencana mereka untuk kabur.

Menurut Vidler, kedua kliennya itu dicegat saat menunggu penerbangan lanjutan ke Negeri Kanguru di Bandara Hong Kong. Dia mengatakan seorang pria tak dikenal mencegat Reem dan Rawan serta menyita paspor mereka.

Dikutip AFP, pria itu juga disebut berupaya "menipu kedua bersaudara itu untuk menaiki pesawat menuju Saudi."
Reem dan Rawan lantas menyadari bahwa pria tersebut adalah konsul jenderal Saudi di Hong Kong. Penerbangan mereka menuju Australia pun telah dibatalkan. 

Kedua perempuan itu lalu meninggalkan bandara Hong Kong karena takut "akan diculik secara paksa."

Reem dan Rawan mengatakan mereka telah 13 kali berpindah tempat selama bersembunyi di Hong Kong agar keberadaan mereka tidak terlacak. Keduanya mengaku polisi Hong Kong bahkan sempat mencoba membawa mereka menemui pejabat Saudi.

"Kami menginginkan berada di sebuah tempat aman di mana kami bisa menjadi perempuan muda yang normal, bebas dari kekerasan dan penindasan," kata Reem dan Rawan.

Melalui akun Twitter @hksisters6, Reem dan Rawan berkicau bahwa paspor mereka telah dinonaktifkan dan mereka takut dipaksa untuk datang ke konsulat Saudi di Hong Kong.

"Kami tidak ingin menghadapi nasib yang sama dengan Jamal Khashoggi," ucap mereka.



Jamal Khashoggi merupakan wartawan pengkritik Putra Mahkota Saudi, Pangeran Mohammed bin Salman (MbS), yang tewas dibunuh di dalam konsulat Saudi di Istanbul, Turki, pada 2 Oktober lalu.

Meski belum terungkap, pembunuhan Khashoggi disebut diperintahkan oleh pejabat tinggi Saudi, termasuk MbS.

Sementara itu, pencegatan Reem dan Rawan terjadi sebulan setelah perempuan Saudi berusia 18 tahun, Rahaf Mohammed al-Qunun, menyorot perhatian dunia karena mengungkapkan kisah pelariannya dari keluarga dengan alasan serupa.

Qunun ditahan imigrasi Thailand di Bandara Bangkok sekitar awal Januari lalu saat ingin melanjutkan perjalanan ke Australia. Dia ingin kabur ke Negeri Kanguru karena takut dibunuh keluarga atau aparat Saudi. (rds/has)