Taman Kanak-kanak Korut di Vietnam Bersiap Sambut Kim Jong-un

CNN Indonesia | Rabu, 20/02/2019 14:02 WIB
Taman Kanak-kanak Korut di Vietnam Bersiap Sambut Kim Jong-un Mengenakan baju tradisional, siswa di TK yang didirikan Korut di Vietnam berlatih lagu-lagu Korea untuk menyambut kedatangan Kim Jong-un pekan depan. (Reuters/Kham)
Jakarta, CNN Indonesia -- Mengenakan baju tradisional, para siswa di taman kanak-kanak yang didirikan Korea Utara di Vietnam berlatih menyanyikan lagu-lagu Korea untuk menyambut kedatangan Kim Jong-un pekan depan.

Sekelompok anak berusia tiga hingga lima tahun itu terlihat berjinjit dan melompat, berusaha mengingat semua gerakan tari yang diajarkan gurunya di ruang kelas "Kim Jong-il" di sekolah tersebut.
Setelah selesai berlatih mereka melambaikan tangannya sambil berteriak, "Jal Gaseyo!" yang berarti "Sampai jumpa" dalam bahasa Korea.

Di dalam ruangan tersebut, terpampang foto pendiri Korut, Kim Il-Sung, bersama anaknya yang juga merupakan ayah Kim Jong-un, Kim Jong-Il, sedang berdiri bersama pemimpin revolusi Vietnam, Ho Chi Minh.


Didirikan pada 1978, sekolah ini dibangun oleh Korut untuk membantu Hanoi yang kala itu masih berupaya bangkit dari konflik berkepanjangan.
Saat itu, hampir semua fasilitas di dalam sekolah tersebut disumbangkan langsung oleh Korut, mulai dari selimut dan kasur untuk beristirahat hingga mangkuk yang digunakan selagi makan siang.

Kini, sekitar 450 siswa di sekolah tersebut masih mempelajari kebudayaan Korut, mulai dari membuat kimchi hingga memaknai penggunaan baju tradisional negara pimpinan Kim tersebut.

"Meski sekarang teman kami di Korut sedang dalam kondisi sulit, mereka masih memberikan perhatian untuk taman kanak-kanak ini," ucap mantan kepala sekolah, Hoang Thi Thanh.

[Gambas:Video CNN]

Kepala sekolah Taman Kanak-Kanak Persahabatan Vietnam-Korut yang kini menjabat, Ngo Thi Minh Ha, berharap bantuan itu masih akan dilanjutkan oleh Kim Jong-un.

"Kami sangat berharap dapat menyambut pemimpin Korut, Kim Jong-un, saat berkunjung ke Vietnam dan ke sekolah persahabatan Vietnam-Korut. Kami sudah mengajukan harapan ini (ke kedutaan besar)," tutur Ngo Thi Minh Ha.

Namun, ia lebih berharap ada kemajuan besar terkait denuklirisasi dalam perbincangan antara Kim dan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, pekan depan di Vietnam.

"Saya mengharapkan perdamaian dan stabilitas di Semenanjung Korea pada pertemuan selanjutnya. Saya juga berharap pertemuan ini dapat mendekatkan Korut dan Korsel dengan Vietnam," katanya. (has/has)