Trump Gertak Militer Venezuela Segera Dukung Guaido

CNN Indonesia | Selasa, 19/02/2019 10:19 WIB
Trump Gertak Militer Venezuela Segera Dukung Guaido Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. (REUTERS/Kevin Lamarque)
Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menggertak militer Venezuela untuk berhenti mendukung Presiden Nicolas Maduro, dan menyokong pemimpin oposisi, Juan Guaido, sebagai presiden interim di negara itu. Trump menyatakan angkatan bersenjata Venezuela bakal merugi jika terus mendukung Maduro, dan menganjurkan menerima tawaran amnesti Guaido.

"Hari ini saya memiliki pesan untuk seluruh pejabat Venezuela yang masih mendukung Maduro. Anda semua (militer Venezuela) tidak bisa bersembunyi dari pilihan yang dihadapkan. Anda semua bisa menerima tawaran amnesti dari Presiden Guaido untuk menjalani hidup dengan damai bersama keluarga dan bangsamu," kata Trump berbicara di depan ekspatriat Venezuela di Miami, Florida, pada Senin (18/2) kemarin.

"Atau Anda bisa memilih jalan kedua, terus mendukung Maduro. Jika kami memilih jalan ini, kamu tidak akan menemukan tempat yang aman, tidak ada jalan keluar yang mudah, bahkan tidak ada jalan keluar. Anda akan kehilangan segalanya," lanjut Trump.


Pernyataan itu diutarakan Trump seiring dengan krisis politik dan ekonomi Venezuela yang tak kunjung berakhir. Maduro berkeras mempertahankan jabatannya sebagai presiden meski telah kehilangan pengakuan dari puluhan negara Barat dan kawasan Amerika Latin.
Maduro juga berkeras untuk melarang bantuan kemanusiaan masuk ke negaranya. Presiden yang berkuasa sejak 2013 itu menganggap membiarkan bantuan kemanusiaan masuk hanya memperbesar peluang pihak asing, terutama Amerika Serikat, ikut campur dalam urusan negaranya.

Maduro juga mengklaim bantuan sekitar 300 ton dari Rusia yang merupakan sekutunya akan tiba di Venezuela dalam beberapa hari mendatang.

Berbicara di sebuah acara resmi yang disiarkan televisi, Maduro mengatakan bantuan Rusia itu berupa "obat-obatan bernilai tinggi."

[Gambas:Video CNN]

Selain Rusia, Maduro mengumumkan Cina dan Kuba yang merupakan sekutunya telah mengirimkan bantuan untuk rakyatnya.

Sementara itu, Guaido menegaskan bantuan kemanusiaan sangat dibutuhkan rakyat Venezuela yang telah lama dilanda krisis pangan dan obat-obatan.

Menanggapi hal itu, Guaido yang merupakan Presiden Majelis Nasional Venezuela mengultimatum Maduro hingga akhir pekan ini untuk membiarkan bantuan AS masuk ke Venezuela.

Guaido juga telah menetapkan target merekrut satu juta sukarelawan untuk membantu mendistribusikan bantuan asing ke seluruh negeri. Sejauh ini, sekitar 600 ribu orang sudah mendaftar menjadi relawan.


"Pada 23 Februari mendatang, kami memiliki kesempatan untuk menyelamatkan nyawa ratusan ribu rakyat Venezuela," kata Guaido seperti dikutip AFP. (rds/ayp)