Investasi Rp282 T, MbS Dapat Gelar Kehormatan dari Pakistan

CNN Indonesia | Senin, 18/02/2019 17:01 WIB
Investasi Rp282 T, MbS Dapat Gelar Kehormatan dari Pakistan Pakistan memberi gelar kehormatan bagi Pangeran MbS, Senin (18/2), sehari setelah Putra Mahkota Arab Saudi itu berinvestasi miliaran dolar di negara tersebut. (Bandar Algaloud/Courtesy of Saudi Royal Court/Handout via Reuters)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pemerintah Pakistan memberikan gelar kehormatan bagi Pangeran Mohammed bin Salman (MbS) pada Senin (18/2), sehari setelah Putra Mahkota Arab Saudi itu sepakat berinvestasi miliaran dolar di negara tersebut.

Kementerian Luar Negeri Pakistan menuturkan Presiden Arif Alvi memberikan MbS gelar Nishan-e-Pakistan, gelar tertinggi bagi warga sipil negara itu.

Penghargaan itu diberikan sehari setelah MbS sepakat menanamkan investasi sebesar US$20 miliar atau Rp282 triliun untuk Pakistan.
Investasi itu disepakati menyusul krisis neraca pembayaran yang tengah dialami Pakistan, di mana jumlah utang negara melebihi kas pemerintah.


Selain menanam modal triliunan rupiah, dikutip AFP, MbS juga menyepakati tujuh perjanjian kerja sama dan nota kesepahaman dalam lawatan perdananya ke Asia itu.

Islamabad berharap investasi dan kesepakatan kerja sama dengan Riyadh ini mampu meningkatkan perekonomiannya yang sedang sulit.
Setelah dua hari mengunjungi Pakistan, MbS dijadwalkan berkunjung ke India dan China. Sebelumnya, Wakil Perdana Menteri sekaligus Menteri Pertahanan Saudi itu juga dijadwalkan akan melawat Malaysia dan Indonesia.

Namun, pemerintah Saudi mengumumkan lawatan MbS ke dua negara Asia Tenggara itu ditunda tanpa penjelasan lebih lanjut.

Lawatan perdana MbS ke Asia ini dilakukan lima bulan setelah pembunuhan Jamal Khashoggi, wartawan Saudi yang kerap mengkritiknya, terungkap.
Khashoggi dinyatakan tewas di dalam gedung konsulat Saudi di Istanbul, Turki, pada 2 Oktober lalu. Sejak itu, MbS dituding bertanggung jawab atas pembunuhan wartawan koresponden The Washington Post itu.

Selama ini, pemerintahan Presiden Recep Tayyip Erdogan menuding "pejabat tertinggi Saudi" memerintahkan pembunuhan wartawan tersebut.

Badan Intelijen Amerika Serikat (CIA) bahkan menyimpulkan MbS lah yang memerintahkan pembunuhan Khashoggi. Dia juga disebut pernah berniat menembak Khashoggi jauh sebelum peristiwa itu terjadi.

[Gambas:Video CNN]

Meski sempat membantah, Saudi akhirnya mengaku bahwa Khashoggi tewas di dalam konsulatnya di Istanbul.

Saudi juga mengaku jasad Khashoggi telah dimusnahkan. Meski begitu, mereka membantah kerajaan terlibat konspirasi pembunuhan itu.

Negara tersebut mengklaim bahwa pembunuhan Khashoggi dilakukan oleh sejumlah orang yang bergerak di luar komando. (has/has)