Israel Usir Keluarga Palestina di Rumah yang Diklaim Yahudi

CNN Indonesia | Senin, 18/02/2019 11:48 WIB
Israel Usir Keluarga Palestina di Rumah yang Diklaim Yahudi Ilustrasi. (Reuters/Ronen Zvulun)
Jakarta, CNN Indonesia -- Israel mengusir satu keluarga Palestina dari satu rumah di Kota Tua Yerusalem yang kini diklaim oleh orang Yahudi.

Seorang fotografer AFP melaporkan bahwa sejumlah orang terlihat meninggalkan rumah di Yerusalem itu dengan tangan diborgol dan langsung digiring petugas.

Kepolisian mengatakan bahwa dua dari anggota keluarga tersebut memang ditahan karena alasan khusus.


"Mereka mengganggu kegiatan kepolisian," ujar seorang juru bicara kepolisian Israel kepada AFP, Minggu (17/2).
Sementara itu, Rania Abu Asab, warga Palestina yang selama ini tinggal bersama suami, anak, dan bibinya di rumah itu, hanya dapat meratap ketika bendera Israel dikibarkan di atap.

"Kami tinggal di sana. Itu rumah saya, seluruh kehidupan saya. Mereka mengambil semuanya," katanya seraya mengenang kehidupan keluarganya yang sudah menempati rumah itu sejak 1960-an.

Organisasi non-pemerintah Israel, Peace Now, mengungkap bahwa rumah itu sebenarnya merupakan milik keluarga Yahudi yang kabur ketika perang berkecamuk pada 1948.
Wilayah Yerusalem Timur itu diduduki Yordania hingga Perang Enam Hari pada 1967. Israel kemudian mencaplok kawasan tersebut, langkah yang selama ini tak diakui oleh komunitas internasional.

Keluarga Abu Asab awalnya tinggal di lingkungan sekitar rumah itu sebelum menempati bangunan tersebut pada 1948, ketika pemilik aslinya kabur.

Di bawah undang-undang Israel pada 1950, warga Palestina tak dapat kembali ke rumah yang mereka tinggalkan pada 1948.
Namun, sebuah undang-undang pada 1970 menyatakan bahwa warga Yahudi dapat menempati kembali properti di Yerusalem timur yang dulu mereka tinggalkan.

"Pengadilan memberikan hak kepemilikan rumah itu kepada orang Yahudi tersebut dan keluarga Abu Asab menjadi pengungsi untuk kedua kalinya," demikian pernyataan Peace Now. (has/has)