Trump Sebut Akan Umumkan kejatuhan ISIS Besok

CNN Indonesia | Sabtu, 16/02/2019 05:19 WIB
Trump Sebut Akan Umumkan kejatuhan ISIS Besok Foto: AFP PHOTO / AHMAD AL-RUBAYE
Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden Amerika Serikat, Donald Trump menyebut dalam 24 jam mendatang akan mengumumkan kejatuhan ISIS yang dikenal dengan kekalifahannya, besok (17/2).

"Kami memiliki banyak pengumuman besar terkait Suriah dan keberhasilan kami menumpas kekhalifahan dan hal itu akan diumumkan dalam 24 jam mendatang," jelas Trump kepada reporter di Gedung Putih, seperti dikutip AFP.  

Pasukan Demokrat Suriah (Syrian Democratic Forces/ SDF) telah mendekati markas jihadis sejak September lalu. Kini para jihadis terkepung di wilayah seluas satu kilometer persegi.


Pada 2014, ISIS mengklaim memiliki wilayah kekhalifahan seluas Inggris dan mengelola jutaan orang. Namun, saat ini wilayah yang masih dikuasai ISIS tinggal satu kilometer persegi itu. Meski demikian, ISIS masih memiliki ribuan pejuang dan sel-sel tidur yang tersebar di beberapa negara.

Serangan berturut-turut yang dilakukan di Irak dan Suriah telah menghancurkan cikal bakal negara itu. Satu persatu ISIS kehilangan kota-kota kuncinya. Sejak akhir 2017, kekuasaan mereka terbatas di basis tradisional di lembah Eufrat.

Desember lalu, Trump sempat membuat pernyataan bahwa ia akan menarik tentara AS dari Suriah. Alasannya, karena mereka telah mengalahkan ISIS. Hal ini mengejutkan para sekutu dan pemerintahannya.

Rencana ini memicu pengunduran diri Menteri Pertahanan yang saat itu menjabat Jim Mattis. Trump juga mengklaim telah menghentikan terjadinya pembunuhan sekitar tiga juta orang di Idlib. Wilayang yang ada di barat laut Suriah ini dikuasai oleh pemberontak anti pemerintah dan menjadi rumah bagi ribuan jihadis yang terkait al-Qaeda.

Kawasan itu terancam oleh pasukan pemberontak Presiden Suriah Bashar al-Assad dan pasukan Rusia. Tapi mereka tidak berhasil masuk karena, "saya mengeluarkan pernyataan bahwa Anda sebaiknya tidak melakukannya," jelas Trump.

"Kami melakukan banyak pekerjaan yang hebat. Pemerintahan ini melakukan pekerjaan yang luar biasa dan kami tidak mendapatkan pengakuan untuk itu," tambahnya.

Idlib adalah wilayah terakhir Suriah yang masih belum ada di bawah kendali Presiden Assad. Wilayah ini terus dihantam pemerintahan sporadis selama berminggu-minggu, meski ada perjanjian zona demiliterisasi untuk gencatan senjata yang dilakukan Rusia dan Turki.

Meski menarik mundur pasukan namun AS menjanjikan untuk membantu mitra mereka di Suriah untuk menghadapi sisa-sisa pemberontak ISIS. Hal ini disampaikan Menteri Pertahanan Patrick Shanahan yang menjadi pengganti Mattis. Namun, ia tak menyampaikan detil bagaimana hal ini akan dilakukan. (eks)