Serangan Bom ke Konvoi Militer India, 40 Orang Tewas

CNN Indonesia | Jumat, 15/02/2019 14:38 WIB
Serangan Bom ke Konvoi Militer India, 40 Orang Tewas Ilustrasi bom di Kashmir. (Reuters/Younis Khaliq)
Jakarta, CNN Indonesia -- Setidaknya 40 orang tewas ketika sebuah bom meledak di tengah iring-iringan personel paramiliter India di Kashmir pada Kamis (14/2).

Direktur jenderal kepolisian Kashmir, Munir Khan, mengatakan bahwa konvoi yang mengangkut anggota Pusat Pasukan Polisi Cadangan (CRPF) itu sedang berada di jalan protokol saat dihantam alat peledak buatan.

"Satu kendaraan yang merupakan bagian dari konvoi yang membawa personel CRPF terkena ledakan yang mengakibatkan banyak korban berjatuhan," demikian pernyataan kepolisian.
Media India Press Trust of India melaporkan bahwa kelompok militan Jaish-e-Mohammad mengklaim bertanggung jawab atas serangan itu. Pemerintah India juga menyalahkan organisasi separatis militan yang bermarkas di Pakistan tersebut.


"Tindakan keji dan tercela ini telah dilakukan oleh Jaish-e-Mohammed," bunyi pernyataan Kementerian Luar Negeri India.

"Kami menuntut agar Pakistan berhenti mendukung teroris dan kelompok teror yang beroperasi dari wilayah mereka dan membongkar infrastruktur yang dioperasikan oleh teroris untuk melancarkan serangan di negara lain."

Pakistan merespons

Kementerian Luar Negeri Pakistan merilis pernyataan beberapa jam setelah serangan tersebut, mengatakan tuduhan itu sebagai "masalah serius."

"Kami selalu mengutuk tindakan kekerasan di mana pun di dunia. Kami sangat menolak sindiran oleh elemen-elemen di media dan pemerintah India yang berusaha menghubungkan serangan itu dengan Pakistan tanpa adanya penyelidikan," tulis Kemlu Pakistan.

Jaish-e-Mohammed adalah kelompok berbasis di Pakistan dan beroperasi di kedua sisi perbatasan negara yang sedang dipersengketakan.

Ditetapkan sebagai organisasi teroris oleh Kementerian Luar Negeri AS sejak 2001, kelompok ini berupaya menyatukan wilayah Kashmir yang dikuasai India dengan Pakistan.

PM India mengutuk 'serangan pengecut'

Perdana Menteri India menanggapi serangan itu dan menuliskan dukungannya bagi tentara di negara bagian itu melalui akun twitternya.

"Serangan terhadap personel CRPF di Pulwama merupakan tindakan yang keji. Saya mengutuk keras serangan pengecut ini. Pengorbanan personel keamanan kita yang berani tidak akan sia-sia," kata Narendra Modi dalam cuitannya.

Serangan ini terjadi lebih dari dua tahun setelah gerilyawan bersenjata memasuki pangkalan militer di Kota Garnisun Uri, sekitar 102 kilometer dari Srinagar, menewaskan sedikitnya 18 orang.

Kekerasan separatis di wilayah tersebut telah menewaskan lebih dari 47.000 orang sejak 1989. Beberapa kelompok hak asasi manusia dan organisasi non-pemerintah melaporkan jumlah korban jiwa dua kali lipat lebih banyak dari angka tersebut. (syf/has)