Tokoh Pakatan Harapan Kecewa Mahathir Terima Pembelot UMNO

CNN Indonesia | Kamis, 14/02/2019 18:50 WIB
Tokoh Pakatan Harapan Kecewa Mahathir Terima Pembelot UMNO Ilustrasi pendukung koalisi Pakatan Harapan. (REUTERS/Athit Perawongmetha)
Jakarta, CNN Indonesia -- Sejumlah politikus koalisi Pakatan Harapan mempermasalahkan keputusan Perdana Menteri Malaysia, Mahathir Mohamad, menerima sejumlah anggota pesaing mereka dari Partai Organisasi Melayu Bersatu (UMNO) yang pindah ke kubu mereka. Mereka khawatir citra koalisi akan tercoreng di mata para konstituen dan pendukung akibat menerima para politikus yang sebelumnya berseberangan dengan mereka.

Seperti dilansir Channel NewsAsia, Kamis (14/2), tujuh anggota parlemen yang membelot dari Partai UMNO, termasuk dua mantan menteri Hamzah Zainuddin dan Mas Ermieyati Samsudin, itu kini ditampung di Parti Pribumi Bersatu Malaysia (PPBM) yang dipimpin Mahathir.

Mahathir menyatakan ketujuh politikus itu sudah keluar dari UMNO. Dia menyatakan sudah meninjau formulir pendaftaran mereka dan menerima dengan syarat tidak akan melindungi mereka dari jerat hukum jika berbuat salah di masa lalu.



Akan tetapi keputusan Mahathir ditentang oleh anggota koalisi sekaligus Wakil Menteri Urusan Perempuan, Keluarga, dan Pengembangan Masyarakat, Hannah Yeoh. Anggota Partai Aksi Demokrasi (DAP) meragukan motif ketujuh mantan politikus UMNO itu ke koalisinya.

"Sebagian hanya oportunis yang hanya mau menjadi bagian dari kekuasaan atau pemerintah, tanpa ikut menjalankan agenda Pakatan yakni reformasi dan prinsip pemerintahan yang baik," kata Hannah melalui akun Twitternya.



Sejawat Hannah di DAP yang menjabat Wakil Menteri Perdagangan dan Industri, Ong Kian Ming, juga kecewa dengan keputusan Mahathir.

"Saya pikir para pemilih mendukung kami tidak untuk melihat politikus UMNO kembali berkuasa," kata Ming.



Wakil Presiden Partai Keadilan Rakyat, Chang Lih Kang, juga tersentak dengan keputusan Mahathir menerima anggota parlemen dari UMNO itu. Dia mengatakan kepindahan itu bukan disebabkan oleh prinsip, tetapi hanya karena mereka ingin dekat dengan lingkar kekuasaan.

"Lebih mengejutkan ketika melihat Mahathir yang merupakan ketua partai terlihat senang, padahal telah menyatakan dengan tegas pada tahun lalu dia tidak akan menerima politikus UMNO di Pakatan Harapan," ujar Kang.

Meski begitu, Ketua Partai Amanah, Mohamed Sabu, yang juga termasuk dalam koalisi Pakatan Harapan menyatakan dia tidak terlalu risau dengan polemik itu. Sabu yang menjabat sebagai Menteri Pertahanan menyatakan hal itu justru baik untuk memperkuat koalisi.

"Kami tidak khawatir. Sejauh ini saya tidak mendengar ketua Pakatan Harapan membuat janji apapun kepada mereka (para mantan politikus UMNO)," kata Sebu.


Keretakan dalam Pakatan Harapan sudah tercium jauh hari. Yakni ketika Nurul Izzah Anwar yang menjabat sebagai wakil ketua PKR mengundurkan diri. Putri pemimpin Pakatan Harapan, Anwar Ibrahim, itu disebut-sebut tidak sepakat dengan keputusan Mahathir menerima sejumlah politikus UMNO yang membelot. (ayp/ayp)


ARTIKEL TERKAIT