AS Minta Kenaikan Tarif Tentara di Korea Selatan

CNN Indonesia | Senin, 11/02/2019 02:38 WIB
AS Minta Kenaikan Tarif Tentara di Korea Selatan Ilustrasi militer AS. (Foto: U.S. Marine Corps/Lance Cpl. Rhita Daniel/Handout via REUTERS)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pemerintah Amerika Serikat menerapkan aturan baru dengan Korea Selatan terkait biaya jasa pasukan yang berada di Korea Selatan. Presiden Amerika Serikat Donald Trump meminta adanya kenaikan tarif.

Amerika Serikat menempatkan sekitar 28.500 tentara di Korea Selatan selepas perang Korea 1950-1953 untuk menjaga keamanan.

Dilansir dari Reuters, diperkirakan biaya yang harus dibayarkan oleh Pemerintah Korea Selatan sebesar 1 triliun won atau US$890 juta (sekitar Rp12,4 triliun) untuk 2019. Namun kesepakatan ini harus disahkan oleh pemerintah Korea Selatan.


Tak seperti kesepakatan sebelumnya yang berlaku untuk lima tahun, kali ini waktu perjanjian dibuat lebih singkat mengingat ada kemungkinan pihak Korea Selatan dan Korea Utara akan kembali mengadakan perundingan beberapa bulan lagi.

"Ini [perundingan dengan Korea Utara] adalah proses yang amat panjang, namun sejauh ini terbilang sangat sukses," ujar Menteri Luar Negeri Korea Selatan, Kang Kyung, sebelum bertemu dengan perwakilan Amerika Serikat.

Sementara itu Pejabat Senior di Departemen Luar Negeri Keamanan Amerika Serikat, Timothy Betts, mengatakan jumlah itu memang terbilang besar namun akan mendukung keamanan Korea Selatan.

Menurutnya, Korea Selatan patut dilindungi karena sudah menjadi tanggung jawab Amerika untuk menjaga keamanan dan stabilitas salah satu sekutunya.

Pemerintah Korea Selatan sudah membatasi anggaran keamanan sebesar 1 triliun won untuk durasi tiga tahun. Sehingga permintaan kenaikan biaya ini nampaknya menemukan kebuntuan karena Amerika Serikat meminta 1,4 triliun won untuk durasi satu tahun.

Namun, akhirnya Korea Selatan dan Amerika Serikat sepakat untuk fokus meminimalisir peran pasukan pertahanan Amerika Serikat di Korea Selatan demi mencapai angka yang sesuai.

(Reuters/agr)