FOTO: Kenangan 40 Tahun Revolusi Iran dari Balik Lensa

Reuters - AFP, CNN Indonesia | Sabtu, 09/02/2019 03:08 WIB

Jakarta, CNN Indonesia -- Iran merayakan 40 tahun revolusi Islam Syiah yang menggulingkan rezim Syah Reza Pahlevi.

Pengunjuk rasa membawa gambar ulama Ayatollah Ruhollah Khomeini. Mereka menggulingkan Kaisar Iran, Syah Reza Pahlevi, pada Januari 1979. (Photo by - / AFP)
Milisi pendukung Khomeini juga menyerbu akademi militer di Ibu Kota Tehran pada 12 Februari 1979. (Photo by GABRIEL DUVAL / AFP)
Setelah Syah Reza Pahlevi, seluruh bangunan kekaisaran diambil alih pendukung Ayatollah Khomeini, termasuk istana. (Photo by GABRIEL DUVAL / AFP)
Sebagian tentara Kekaisaran Iran memilih membelot dan bergabung dengan gelombang revolusi. (Photo by Kaius Hedenstrˆm / EPU / AFP)
Penyematan bunga kepada tentara kekaisaran Iran menjadi penanda mereka mendukung revolusi pada 1979. (Photo by GABRIEL DUVAL / AFP)
Unjuk rasa besar-besaran di Iran pada 1979 dipicu tindakan represif rezim Syah Reza Pahlevi yang pro Barat. Orang-orang yang menentangnya kebanyakan tewas di tangan polisi rahasia SAVAK. (Photo by GABRIEL DUVAL / AFP)
Ayatollah Khomeini baru bisa kembali ke Iran ketika revolusi meletus pada 1979. (Photo by GABRIEL DUVAL / AFP)
Revolusi Islam di Iran tidak hanya berdampak di dalam negeri, tetapi juga mengubah peta politik di Timur Tengah. (Photo by - / AFP)
Pendukung fanatik Ayatollah Khomeini membentuk milisi yang menjadi dasar Pasukan Garda Revolusi. (Photo by - / AFP)
Selain menumbangkan rezim Syah Reza Pahlevi, pendukung revolusi Iran juga sangat memusuhi Amerika Serikat. Mereka menganggap AS mendukung rezim kejam dan penindas. (Photo by STAFF / EPU / AFP)
Pendukung revolusi Iran juga menyerbu kedutaan besar AS di Tehran pada 4 November 1979. Kini gedung itu menjadi markas Garda Revolusi Iran. (Photo by STR / IRNA / AFP)
Sejumlah staf Kedubes AS di Tehran disandera selama berbulan-bulan saat revolusi. Operasi penyelamatan mereka diabadikan dalam film 'Argo' (U.S. Army/Handout via REUTERS)