Militer AS Sebut Tentara Venezuela Kelaparan

CNN Indonesia | Jumat, 08/02/2019 16:30 WIB
Militer AS Sebut Tentara Venezuela Kelaparan Pemimpin Komando Selatan AL AS menyebut tentara Venezuela kelaparan layaknya masyarakat negara itu yang kini masih menghadapi krisis ekonomi berkepanjangan. (Miraflores Palace/Handout via Reuters)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pemimpin Komando Selatan (SOUTHCOM) Angkatan Laut Amerika Serikat, Craig Faller, menyebut tentara Venezuela kelaparan layaknya masyarakat negara itu yang kini masih menghadapi krisis politik dan ekonomi berkepanjangan.

"Anggota tentara kelaparan sama seperti populasi (penduduk Venezuela)," kata Faller saat bersaksi di depan Komite Angkatan Bersenjata Senat pada Kamis (7/2).

Faller mengatakan dirinya telah mengunjungi perbatasan Kolombia-Venezuela, di mana kapal medis USNS Comfort memberi pertolongan kemanusiaan.
Merujuk pada kondisi tentara Venezuela, dia mengklaim melihat "sejumlah personel" yang kehilangan berat badan sebanyak 13,5 kilogram dalam waktu setahun.


"Mereka sangat kurus, mereka tidak pernah memperhatikan kesehatan medis mereka. Kami pikir kondisi ini mempengaruhi sejumlah besar populasi (Venezuela) dan kami menganggap rakyat (Venezuela) siap untuk mendapat pemimpin baru," kata Faller.

Faller juga menyebut militer Venezuela "pasukan yang terdegradasi"  atau "terhina". Meski begitu, kesetiaan militer Venezuela terhadap Presiden Nicolas Maduro, katanya, patut diwaspadai.
Menurut Faller, AS hingga kini masih terus memantau Venezuela secara ketat dan siap menjaga misi diplomatik serta personel militer lainnya yang masih berada di negara Amerika Latin itu "jika dibutuhkan."

Meski Presiden Donald Trump menyatakan intervensi militer ke Venezuela menjadi opsi, Faller mengatakan pihaknya masih terus mendukung upaya diplomatik dalam menangani krisis.

Dia mengatakan Washington tengah menunggu tanda-tanda kesetiaan militer terhadap Maduro "retak" tanpa menjelaskan lebih detail.

[Gambas:Video CNN]

Krisis politik Venezuela semakin pelik terutama setelah Presiden Majelis Nasional, Juan Guaido, mendeklarasikan diri sebagai pemimpin interim Venezuela dan menantang rezim Maduro.

Sejak itu, kepemimpinan Maduro terus berada di tengah tekanan lantaran puluhan negara barat dan Amerika Latin berbondong-bondong mendukung Guaido sebagai pemimpin sah Venezuela.

Meski tertekan, Maduro masih mendapatkan dukungan setia dari militernya dan sejumlah negara sekutu seperti Kuba, Rusia, China, hingga Turki. (rds/has)