Irlandia, Italia dan Rusia Tolak Sikap Uni Eropa Akui Guaido

CNN Indonesia | Selasa, 05/02/2019 00:55 WIB
Irlandia, Italia dan Rusia Tolak Sikap Uni Eropa Akui Guaido Ketua Majelis Nasional Venezuela, Juan Guaido. (Federico PARRA / AFP)
Jakarta, CNN Indonesia -- Sejumlah pemimpin negara-negara anggota Uni Eropa, yaitu Jerman, Republik Ceko, dan Spanyol, Prancis, Swedia, Austria, Denmark, dan Inggris ramai-ramai mendukung pemimpin oposisi VenezuelaJuan Guaido sebagai presiden interim. Namun, langkah itu ditentang oleh Irlandia, Italia dan Rusia.

Seperti dilansir Reuters, Selasa (5/2), Italia memilih menghambat rencana Uni Eropa untuk mendukung Guaido yang merupakan Ketua Majelis Nasional Venezuela. Namun, menurut sumber diplomatik negara itu hingga saat ini mereka belum memberikan alasan penolakan.

Selain Italia, Rusia dan Irlandia juga menentang rencana Uni Eropa mengakui Guaido sebagai pemimpin Venezuela. Rusia saat ini adalah sekutu dari seteru Guaido, Presiden Nicolas Maduro. Sedangkan Irlandia beralasan mereka tidak ingin terseret dalam pusaran konflik apalagi sampai ikut campur masalah dalam negeri di negara lain.
"Posisi kami sudah jelas. Kami hanya ingin melihat pemilihan umum yang bebas dan jujur supaya masyarakat Venezuela bisa membentuk pemerintahan demokratis," kata Menteri Luar Negeri Irlandia, Simon Coveney.


Kanselir Jerman, Angela Merkel, menyatakan mendukung Guaido karena tenggat yang diberikan kepada Maduro untuk menggelar pemilu sudah berlalu. Maka dari itu dia menganggap Maduro sudah tidak bisa dipercaya lagi.

"Maka dari itu mengapa saat ini Guaido yang kami ajak bicara untuk segera menggelar pemilu. Dan untuk saat ini dia adalah presiden interim yang sah, menurut pandangan Jerman dan Uni Eropa. Kami harap proses ini berjalan singkat, damai, dan lancar," ujar Merkel di sela-sela pertemuan dengan Perdana Menteri Jepang, Shinzo Abe di Tokyo.

Krisis politik di negara itu semakin pelik terutama setelah Guaido mendeklarasikan diri sebagai pemimpin interim Venezuela pada 23 Januari lalu, dan menantang rezim Maduro.
Selain mengajak berunjuk rasa menentang Maduro di seluruh negeri, Guaido juga membujuk petinggi militer untuk membelot dari rezim rivalnya itu dengan imbalan amnesti.

Menurut Guaido, dukungan militer Venezuela sangat krusial bagi kesuksesan menggulingkan Maduro.

Langkah Guaido itu didukung Prancis dan Kanada. Presiden Prancis Emmanuel Macron menganggap Guaido "memiliki legitimasi untuk menggelar proses pemilihan presiden" sebagai pemimpin interim Venezuela. (ayp/ayp)