Militer AS Diminta Tarik Pasukan di Afghanistan

CNN Indonesia | Jumat, 21/12/2018 12:30 WIB
Militer AS Diminta Tarik Pasukan di Afghanistan Angkatan Bersenjata Amerika Serikat menyatakan diperintahkan untuk segera memulangkan setengah dari prajurit yang ditugaskan di Afghanistan. (REUTERS/Baz Ratner)
Jakarta, CNN Indonesia -- Selepas memutuskan menarik seluruh pasukan di Suriah, Angkatan Bersenjata Amerika Serikat menyatakan mereka diperintahkan untuk segera memulangkan prajurit yang ditugaskan di Afghanistan. Namun, dikabarkan mereka hanya akan menarik setengah dari jumlah keseluruhan para tentara Negeri Abang Sam di Afghanistan.

Menurut sumber CNN, Jumat (21/12), perintah untuk menarik pasukan AS di Afghanistan muncul pada Selasa lalu, pada saat yang sama ketika Presiden Donald Trump meminta memulangkan seluruh prajurit mereka di Suriah. Mereka diminta menarik sekitar 7000 dari 14 ribu serdadu yang saat ini ditugaskan di Afghanistan melawan Taliban.

Jika benar, maka mereka bakal menghabiskan waktu berbulan-bulan untuk pemulangan itu. Diduga kuat hal ini yang membuat Menteri Pertahanan Jim Mattis memilih mundur dari kabinet.
Menurut sumber, Trump bakal menyampaikan pengumuman ini pada pidato kenegaraan yang dijadwalkan pada akhir Januari atau awal Februari.


Keputusan itu dikritik oleh mantan Komandan Pasukan Koalisi AS dan Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) di Afghanistan, Jenderal John Allen. Menurut dia hal itu adalah kekeliruan dalam taktik militer.

"Pergi dari sana (Afghanistan) saat ini, saat baru saja mengumumkan penarikan dari Suriah akan membuat kekacauan dalam strategi," kata Allen.

Sejak menyerbu Afghanistan 17 tahun lalu, ternyata Amerika Serikat masih kesulitan menundukkan Taliban. Pejabat militer Amerika Serikat menyebut kelompok Taliban di Afghanistan belum sepenuhnya belum kalah. AS mengakui masih banyak hal yang harus dilakukan untuk membawa perdamaian ke negara itu.

"Mereka belum kalah sekarang, saya pikir itu adil untuk dikatakan," kata Kepala Staf Gabungan AS Jenderal Joseph Dunford beberapa waktu lalu.
Ombudsman AS mengeluarkan laporan yang mengatakan bahwa Taliban semakin kuat berkuasa di Afghanistan selama tiga tahun terakhir. Berdasarkan laporan tersebut, pemerintah Afghanistan hanya menguasai 56 persen dari negara itu, angka itu menurun dari 72 persen pada 2015.

Pemerintah Amerika Serikat juga mengaku khawatir dengan kemampuan angkatan bersenjata Afghanistan yang dianggap sangat lemah. Menurut mereka, jika militer AS angkat kaki dari negara itu, maka kemungkinan besar pasukan Afghanistan bakal kalah telak dari Taliban.

Dunford juga menolak rencana penarikan itu. Menurut dia hal itu sama saja memberi ruang bagi Taliban dan bisa membuat stabilitas kawasan di Asia Selatan terganggu.

"Mereka bisa menyerang orang-orang Amerika atau bahkan di tanah kita atau malah kepada sekutu kita," kata Dunford.
Alasan Trump menarik pasukan dari Afghanistan adalah merasa terlampau banyak menghabiskan anggaran. Bahkan sejumlah pasukan AS juga tewas ketika bertempur melawan Taliban atau serangan bom. (ayp/ayp)