Pesawat Jamaika Tergelincir, 10 Penumpang Terluka

CNN Indonesia | Senin, 12/11/2018 13:20 WIB
Pesawat Jamaika Tergelincir, 10 Penumpang Terluka Ilustrasi. (ANTARA FOTO/Yusran Uccang)
Jakarta, CNN Indonesia -- Sebanyak 10 penumpang dikabarkan terluka setelah pesawat maskapai Fly Jamaica tergelincir ketika kembali mendarat di Bandara Georgetown, Guyana, pada Jumat (9/11).

Pesawat jenis Boeing 757-200 itu terpaksa kembali ke bandara setelah melaporkan mengalami masalah hidrolik beberapa saat usai lepas landas.

Menurut Menteri Transportasi, David Patterson, pesawat yang membawa 126 penumpang termasuk kru itu mengalami pendaratan tajam hingga jatuh dan keluar landasan.
Insiden bermula ketika pesawat itu lepas landas pada Jumat dini hari sekitar pukul 02.10 waktu Guyana. Pilot melaporkan memiliki kendala dengan sistem hidrolik pesawat setelah 10 menit lepas landas.


"Kami terbang sekitar 10, 15 menit di udara, di atas Samudra Atlantik, dan pesawat berputar-putar beberapa kali dan kapten pilot mengatakan bahwa ada masalah hidrolik sehingga pesawat harus kembali ke bandara," kata salah satu penumpang, Invor Bedessee, kepada CBC seperti dilansir AFP, Senin (12/11).

"Semua orang menjadi gila, berteriak, hingga menangis meminta keselamatan. Ada beberapa orang yang terluka karena tidak cepat keluar dari pesawat, sehingga orang-orang di belakang mereka menendang mereka. Semuanya kacau total."
Ketika mendarat, roda terus berputar dan tidak melambat karena rem hidrolik yang blong hingga melaju keluar landasan.

Sejumlah gambar yang beredar di media sosial menunjukkan pesawat itu berhenti di pasir-pasir dekat lereng curam.

"Salah satu sayap pesawat terlepas dan mesin di sisi kanan benar-benar terbalik dan kami semua menabrak tumpukan besar pasir di tepi tebing. Jika pesawat melaju 10 kaki lagi, kami semua akan jatuh ke tebing. Ini adalah keajaiban," kata Bedessee.

Pesawat tersebut rencananya bertolak ke Toronto, Kanada. Sebagian besar penumpang juga berasal dari negara Amerika Utara itu.
Kepala Petugas Medis Guyana, Shamdeo Persaud, mengatakan lima orang yang terluka telah dibawa ke rumah sakit dan diperkirakan mengalami cedera tulang belakang.

"Sebagai catatan, kami tidak mendapati warga Kanada terluka dalam insiden itu," ucap juru bicara pemerintah Kanada, Philip Hannan, di Ottawa.

"Petugas konsuler Kanada terus berkomunikasi dengan otoritas lokal dan siap memberikan bantuan kekonsuleran bagi warga Kanada yang menjadi penumpang pesawat jika dibutuhkan."

Guyana mengerahkan sejumlah personel kepolisian hingga militer untuk mengamankan lokasi kejadian. Otoritas negara di Amerika Tengah itu langsung menggelar investigasi guna mengetahui penyebab kecelakaan.

Maskapai Fly Jamaica membenarkan pesawat bernomor OJ256 itu "terpaksa kembali ke bandara Georgetown karena masalah teknis dan mengalami insiden saat mendarat." (rds/has)