Kematian Warga Jerman Kembali Picu Aksi Protes Ekstrem Kanan

AFP, CNN Indonesia | Senin, 10/09/2018 12:01 WIB
Kematian Warga Jerman Kembali Picu Aksi Protes Ekstrem Kanan Polisi federal dikerahkan ke kota Koethen untuk mencegah peserta demonstrasi ekstrim kanan melakukan kerusuhan dan menyerang warga berwajah asing. (Reuters/Hannibal Hanschke)
Jakarta, CNN Indonesia -- Sekitar 2.500 warga melakukan aksi demonstrasi ekstrim kanan di Jerman timur setelah seorang warga negara itu tewas akibat berkelahi dengan dua warga Afghanistan.

Para pejabat meminta warga tenang untuk menghindari kerusuhan anti-warga asing yang sebelumnya terjadi di kota Chemnitz.

Polisi setempat mengatakan korban berusia 22 tahun itu mengalami gagal jantung parah setelah berkelahi dengan kedua tersangka di satu taman bermain di kota Koethen, Sabtu (8/9) malam.


Pernyataan tertulis pihak berwenang mengatakan kematian korban bukan "dampak langsung" dari luka yang diderita akibat perkelahian itu.

Media setempat melaporkan korban meninggal di rumah sakit dan dia memang memiliki penyakit jantung.

Jaksa penuntut mengatakan tersangka yang berusia 18 tahun dituduh melakukan tindakan melukai tubuh korban. Sementara, tersangka lain yang berusia 20 tahun dikenai tuduhan melukai tubuh korban yang menyebabkan kematian.

Insiden ini diperkirakan akan meningkatkan ketegangan anti-imigran dan terjadi hanya dua minggu setelah seorang pria Jerman ditusuk hingga tewas di kota Chemnizt, yang diduga dilakukan oleh dua pencari suaka.

"Ketika emosi sangat tinggi, kami harus berupaya agar Kothen menjadi Chemnitz kedua," kata menteri negara bagian Saxony-Anhalt, Reiner Heseloff, kepada kantor berita DPA.

Chemnitz yang juga terletak di bekas Jerman Timur, dilanda serangkaian aksi demonstrasi sayap kanan dan para peserta menyerang warga berwajah asing sembari menerikkan pernyataan anti-imigrasi. Sebagian dari perserta bahkan memberi penghormatan gaya Nazi.

Kelompok sayap kanan segera mengumumkan "pawai duka" di Kothen setelah berita penusukan paling baru itu menyebar.

Polisi memperkirakan sekitar 2.500 orang hadir dan mereka membubarkan diri dengan damai pada pukul 21.00 waktu setempat.

Banyak pengunjuk rasa ini mengibarkan bendera Jerman, dan sesekali terdengar teriakan "Perlawanan!" dan "Kami adalah rakyat".

Hari ini adalah hari duka tetapi kita akan mengubah duka itu menjadi kemarahan," ujar salah satu pembicara di hadapan demonstran.

Sementara itu, aksi tandingan dari pengunjuk rasa ekstrim kiri di stasiun kereta Koethen hanya dihadiri oleh 200 orang.

Tetap Tenang

Dalam pesan di akun Facebook, Walikota Bernd Hauschild meminta warga untuk tidak mengikuti aksi demonstrasi ekstrim kanan karena dia mendapat "informasi bahwa warga yang siap mempergunakan kekerasan berencana datang ke Koethen dalam jumlah besar".

Koran Bild melaporkan sekitar 100 polisi federal di kirim ke Koethen untuk membantu ketengangan kota itu setelah polisi dikritik karena menganggap enteng jumlah pengunjuk rasa di Chemnitz.

Media setelah mengatakan insiden di kota Koethen ini terjadi ketika tiga warga Afghanistan bersiteru dengan seorang perempuan yang sedang hamil mengenai bapak jabang bayi itu.

Dua pria Jerman datang mendekat dan persiteruan berubah menjadi perlahian di taman bermain.

Warga Afghanistan ke-tiga itu tidak ditangkap karena tidak terlibat dalam perkelahian ini.
Kematian Warga Jerman kembali Picu Aksi Protes Ekstrim KananKematian seorang warga Jerman setelah berkelahi dengan warga Afghanistan dimanfaatkan oleh kelompok ekstrim kanan untuk berdemonstrasi di kota Koethen. (Reuters/Hannibal Hanschke)
Menteri Dalam Negeri Negara Bagian Saxony-Anhalt Holger Stahlknecht mengunggah cuitan yang menyatakan penyesalan terdalam atas "kematian tragis itu" dan mengerti dengan kekhawatiran warga.

Namun dia meminta warga "tetap tenang" dan menyerahkan kasus ini pada pengadilan. (yns/yns)