Salahkan Obama soal Kedutaan Baru, Trump Batal ke London

CNN , CNN Indonesia | Jumat, 12/01/2018 16:20 WIB
Salahkan Obama soal Kedutaan Baru, Trump Batal ke London Kedutaan Amerika Serikat yang baru di Inggris. Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyalahkan Obama sebagai alasan pembatalan lawatan ke Inggris. (REUTERS/Stefan Rousseau/Pool)
Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden Amerika Serikat Donald Trump membatalkan lawatan Inggris. Sedianya, lawatan yang belum diumumkan secara resmi itu akan membuka kedutaan baru Amerika Serikat di London dan menjadi kunjungan Trump pertama ke Inggris sebagai Presiden.

Lewat celotehannya di Twitter, Trump menyatakan tak akan berkunjung ke London untuk membuka kedutaan bernilai miliaran dolar. Dia menyalahkan pendahulunya, mantan Presiden Barack Obama, atas keputusan menjual kedutaan sebelumnya, yang dia gambarkan sebagai lokasi terbaik di kota itu, untuk (lokasi) 'kacangan'.

"Alasan saya membatalkan kunjungan ke London adalah saya bukan penggemar pemerintahan Obama yang menjual kedutaan yang terletak di lokasi terbaik di London untuk 'kacang', hanya untuk membangun kedutaan baru di sebuah lokasi lain senilai 1,2 miliar. Kesepakatan yang buruk. Inginkan saya memotong pita-TIDAK!" cicit Trump lewat akun Twitter resminya, @realDonaldTrump.



Keputusan untuk memindahkan kedutaan dari Grosvenor Square ke Nine Elms diambil pada 2008, di bawah pemerintahan Presiden George W. Bush, bukan Obama. Menurut Duta Besar AS di London kala itu, kondisi gedung yang menuai tidak mungkin diperbaiki lagi, dengan berbagai pengamanan yang diperlukan.

"Kami menimbang semua opsi, termasuk renovasi gedung kedutaan saat ini di Grosvenor Square," kata Robert Tuttle, Duta Besar AS untuk Inggris kala itu seperti dilansir CNN.

"Pada akhirnya, kami menyadari bahwa tujuannya adalah membangun kedutaan yang modern, aman, dan ramah lingkungan dapat dipenuhi dengan membangun fasilitas baru," kata dia.

Peletakan batu pertama di lokasi baru, Nine Elms dilakukan pada November 2013. Adapun kedutaan lama di Grosvenor Square dijual kepada dana abadi (sovereign wealth fund) Qatar, yang mengubahnya menjadi hotel.

Para pejabat Inggris di London mengatakan mereka dikabari untuk bersiap menerima lawatan Trump pada akhir Februari. Namun beberapa hari lalu, Washington mengabarkan bahwa kunjungan itu dibatalkan. Para pejabat itu tidak mau mengatakan alasan pembatalan, hanya menyebut keputusan pembatalan lawatan diambil pihak Amerika Serikat.

[Gambas:Video CNN]

Lawatan Trump ke Inggris jika benar terjadi, diperkirakan bakal memicu aksi protes besar-besaran.  Dimana Trump sangat tidak populer di Inggris.

Pejabat Inggris mengatakan undangan lawatan kenegaraan bagi Trump yang disampaikan Perdana Menteri Inggris, Theresa May saat berkunjung ke Amerika Serikat masih berlaku.

"Undangan untuk lawatan kenegaraan telah diperpanjang dan diterima," kata pejabat itu seperti dilaporkan CNN, Jumat (12/1).

Pejabat itu menjelaskan perbedaan antara lawatan kenegaraan dengan kunjungan kerja.  Lawatan kenegaraan mencakup pertemuan dengan Ratu Elizabeth II dan perlengkapan kerajaan antara lain pawai berkuda.

Adapun kunjungan kerja mencakup pertemuan dengan Perdana Menteri Inggris Theresa May dan acara formalitas diplomatik lain seperti pembukaan kedutaan.



November tahun lalu, Walikota London Sadiq Khan mengecam Trump karena me-retweet propaganda anti muslim dari partai sayap kanan jauh Inggris. Dia menyarankan agar PM May tidak menerima Trump untuk lawatan kenegaraan.

Khan, yang beragama Islam, menyatakan Britain First, partai sayap kanan yang di-retweet Trump adalah "sebuah kelompok ekstremis yang hanya menebar perpecahan dan kebencian di negeri ini.'

Dia menyatakan video-video yang di-retweet Trump membuat kian jelas bahwa "kunjungan resmi apapun dari Presiden Trump ke Inggris, tidak akan diterima."

(nat)