Hamas dan Fatah Sepakati Rekonsiliasi Politik Palestina

Reuters , CNN Indonesia | Kamis, 12/10/2017 15:05 WIB
Hamas dan Fatah Sepakati Rekonsiliasi Politik Palestina Kesepakatan rekonsiliasi Hamas dan Fatah tidak mengubah kendali Hamas atas faksi militer Palestina yang kuat. (Reuters/Ibraheem Abu Mustafa)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kelompok Hamas dan Fatah berhasil mencapai kesepakatan rekonsiliasi politik melalui pertemuan di Kairo, Mesir, setelah melakukan beberapa kali perundingan.

“Fatah dan Hamas berhasil mencapai kesepakatan pada subuh hari ini dengan disponsori oleh Mesir,” bunyi pernyataan tertulis Ketua Hamas Ismail Haniyeh pada Kamis (12/10).

Seorang pejabat Hamas mengatakan kepada kantor berita Reuters bahwa rincian kesepakatan yang ditengahi oleh pemerintah Mesir ini akan diumumkan dalam acara jumpa pers di Kairo.

Kedua faksi Palestina yang saling bertikai ini mulai melakukan perundingan tersebut pada Selasa (10/10).

Mesir berulang kali menjadi penengah untuk mendamaikan kedua kelompok ini dan membentuk pemerintahan bersatu di Gaza dan Tepi Barat.
Hamas dan Fatah sepakat untuk membentuk pemerintahan rekonsiliasi nasional pada 2014, tetapi pemerintah bayangan Hamas terus memegang kekuasaan di Jalur Gaza.

“Kami mengucapkan selamat kepada warga Palestina atas kesepakatan rekonsiliasi yang dicapai di Kairo. Kami akan berusaha keras menerapkannya agar halaman baru dalam sejarah rakyat kami bisa dimulai,” kata Hazem Qassem, juru bicara Hamas, kepada Reuters.

Partai Fatah yang didukung negara-negara barat kehilangan sebagian kekuasan di Gaza dari Hamas dalam perang saudara pada 2007.
Bulan lalu, kelompok Hamas yang dianggap sebagai kelompok teroris oleh Barat dan Israel setuju untuk menyerahkan kekuasaan di Gaza pada Pemerintah Presiden Mahmhoud Abbas yang didukung Fatah.

Langkah Hamas ini merupakan perubahan besar bagi Hamas, yang sebagian disebabkan oleh kekhawatiran kelompok ini akan isolasi dari sisi keuangan dan politik setelah Qatar, yang menjadi pendukung utama, terlibat dalam krisis politik dengan sekutu-sekutunya.

Delegasi kedua kelompok ini berada di Kairo untuk membicarakan rincian penyerahan kekuasaan di Gaza termasuk keamanan di wilayah itu dan pintu perbatasan.

Kesepakatan ini mengatur bahwa tiga ribu tentara keamanan Fatah akan bergabung dengan kepolisian Gaza.

Meski demikian Hamas masih akan memegang kendali atas faksi bersenjata Palestina yang kuat. Faksi militer ini terdiri dari 25 ribu pejuang bersenjata yang sudah terlibat tiga kali perang dengan Israel sejak 2008.
Hamas dan Fatah Sepakati Rekonsiliasi Politik PalestinaGaza yang dikuasi oleh gerakan Hamas seringkali diserang oleh Israel yang menyebut kelompok ini teroris. (AFP Photo/Mohammed Abed)
Kedua kelompok ini berharap usul pengerahan tentara keamanan dari Otoritas Palestina yang dipimpin Fatah ke perbatasan Gaza akan mendorong Mesir dan Israel mengendorkan pembatasan di pos perbatasan.

Langkah pengendoran pembatasan oleh kedua negara itu sangat dibutuhkan agar perekniman Gaza kembali menggeliat.