Pemerintah China buka suara mengkritik otoritas Taiwan yang menolak izin masuk Zhang Linghe. Penolakan diberikan setelah sang aktor berencana menggelar acara fan meeting di Taiwan pada akhir Oktober 2026.
Kantor Urusan Taiwan dari Dewan Negara China, seperti diberitakan kantor berita Global Times, secara terbuka melontarkan kekecewaannya pada Rabu (21/10).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mereka menuding pembatasan itu tak lepas dari motif politik pihak penguasa Taiwan, Partai Progresif Demokratik (DPP).
Juru bicara Zhang Han menilai langkah Taiwan tersebut secara sepihak telah merenggut kebebasan dan mengebiri keinginan warganya sendiri, terutama kalangan muda yang menantikan kehadiran sang aktor.
Ia menyebut kehadiran artis daratan ke Taiwan sejatinya justru bisa memperdalam rasa saling pengertian di antara masyarakat kedua wilayah.
"Otoritas DPP telah menolak permohonan seniman pertunjukan daratan untuk mengunjungi Taiwan untuk pertukaran tujuan politik, dengan mengabaikan keinginan penduduk setempat," tegas Zhang Han dalam konferensi pers.
Ia lantas mendesak kubu DPP untuk segera menyudahi manipulasi politik semacam itu dan mencabut berbagai pembatasan tak masuk akal yang menghambat laju pertukaran budaya lintas selat.
Sikap defensif China di ranah hiburan ini nyatanya tak cuma berhenti pada kasus Zhang Linghe. Dalam kesempatan yang sama, Beijing justru pasang badan mendukung musisi legendaris Taiwan, Jay Chou.
Belum lama ini, sang bintang pop ketahuan mengunggah ulang dan menyukai klip video saat menghadiri turnamen tenis Shanghai Masters.
Dalam cuplikan tersebut, sang pembawa acara secara gamblang memperkenalkan Jay Chou sebagai "penyanyi China".
Bagi Zhang Han, pengakuan identitas semacam itu adalah ekspresi yang tulus. Ia menegaskan kembali bahwa masyarakat di kedua sisi Selat Taiwan pada dasarnya sama-sama orang China.
Sang juru bicara lantas menuding balik kubu pro-kemerdekaan Taiwan yang kerap menggunakan dalih politik untuk melabeli dan menyerang artis-artis yang punya kedekatan kultural dengan daratan.
Jay Chou sendiri selama bertahun-tahun memang dikenal rajin meracik elemen musik dan budaya tradisional China ke dalam karya-karyanya, menjadikannya bagian dari memori budaya bersama bagi kaum muda lintas selat.
Kericuhan diplomatik di ranah hiburan ini sontak merembet jadi bola panas di jagat maya. Topik soal Zhang Linghe langsung merajai trending di platform media sosial Weibo beberapa waktu lalu.
Salah satu pengguna dengan alamat IP yang terdeteksi dari Taiwan bahkan tak bisa menutupi kekecewaannya. "Saya sangat sedih. Mengapa dia ditolak?" keluh netizen tersebut menggunakan aksara China tradisional.
Sentimen serupa disuarakan banyak pengguna lain yang sepakat bahwa hasrat publik untuk menjalin interaksi lintas selat sejatinya tak akan pernah bisa dibungkam oleh sekat-sekat politik.
Zhang Linghe merupakan aktor kelahiran Wuxi, Jiangsu, China pada 1997. Ia belakangan begitu dikenal lewat beberapa drama, seperti Pursuit of Jade dan Overdo yang tayang tahun ini.
Namun, ia juga membintangi beberapa drama hit lainnya, seperti Love between Fairy and Devil, My Journey to You, Story of Kunning Palace, The Princess Royal, hingga The Best Thing.
(chri)
