Rumah produksi animasi asal Malaysia Les' Copaque kembali bersuara merespons krisis lingkungan yang terjadi dengan merilis kampanye simpati terkait bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan.
Kali ini, pesan tersebut disalurkan melalui Susanti, karakter asal Indonesia yang menjadi sahabat si kembar dalam serial kartun populer Upin dan Ipin.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam postingan pada Selasa (20/10), Susanti digambarkan tengah menunduk sedih seraya menangkupkan kedua tangannya di depan dada untuk berdoa.
Latar belakang poster tersebut memamerkan visual kobaran api besar melahap habis hutan.
Di balik pekatnya asap dan kobaran api itu, tampak siluet petugas pemadam kebakaran yang memegang selang air, sementara petugas lainnya terlihat berupaya menyelamatkan seekor orang utan beserta anaknya.
Pesan solidaritas ini dipertegas dengan tulisan berukuran masif bertajuk "PRAY FOR KARHUTLA KALIMANTAN" yang tersemat di bagian atas visual tersebut.
"Mari kita bersama-sama mendoakan saudara-saudara kita di Kalimantan yang terdampak kebakaran hutan dan lahan," tulis pernyataan resmi yang menyertai unggahan tersebut.
Mereka juga menaruh harapan agar titik api bisa segera dijinakkan oleh tim gabungan di lapangan agar kerugian tidak semakin meluas.
"Semoga api segera padam, masyarakat dan satwa liar yang terdampak diberikan keselamatan, serta para petugas yang berjuang di lapangan senantiasa dilindungi," lanjut keterangan itu.
Sejumlah tagar seperti #PrayforKalimantan dan #Karhutla juga turut disematkan dalam unggahan tersebut seakan melengkapi rentetan respons sosial yang sebelumnya tela digaungkan Upin dan Ipin lebih dari satu bulan terakhir.
Sebelum Susanti ini, si kembar dari Kampung Durian Runtuh sudah lebih dulu melontarkan sentilan keras menuntut hak menghirup udara bersih bagi anak-anak.
Rentetan kampanye lingkungan dari Les' Copaque ini memotret keresahan nyata imbas memburuknya bencana karhutla di kawasan Kalimantan dan Sumatra.
Eskalasi titik api di wilayah tersebut belakangan terus memicu produksi kabut asap pekat lintas batas negara yang terbang menyelimuti langit Malaysia hingga Singapura.
Berdasarkan Dashboard Informasi Penanganan Karhutla milik Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) per Senin (19/10), masih terdapat 10.934 titik panas dan 236 titik api karhutla di enam provinsi Indonesia.
Enam provinsi ini terdiri dari Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan.
(chri)
