Clayface Banjir Pujian Kritikus, Sajikan Body Horor Brutal

CNN Indonesia
Minggu, 25 Okt 2026 08:57 WIB
Film Clayface (2026)
Clayface menuai pujian kritikus yang menyoroti adegan body horor brutal hingga kisah tragis karakter utamanya. (DC Studios/Warner Bros. Pictures)
Jakarta, CNN Indonesia --

Clayface menuai pujian kritikus yang menyoroti adegan body horor brutal hingga kisah tragis karakter utamanya. Film DC tersebut dinilai berhasil memadukan unsur horor dan romansa dengan visual mengerikan.

Film yang dijadwalkan tayang mulai 21 Oktober ini mendapat sambutan positif dari sejumlah kritikus dan jurnalis yang berkesempatan menyaksikan lebih dulu film ketiga yang dirilis di bioskop dalam semesta DC Universe (DCU) baru besutan James Gunn dan Peter Safran ini.''

Variety pada 14 Oktober merangkum sejumlah komentar yang diberikan para kritikus. Salah satunya dari kritikus Peter Gray yang menilai nuansa komik dalam Clayface tidak mengurangi kebrutalan film tersebut. Ia juga memuji penampilan Tom Rhys Harries sebagai karakter utama.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Clayface memiliki nuansa komik, tetapi teatrikalitasnya tidak mengurangi kebrutalannya! Gelap, penuh kekerasan, dengan sedikit kelucuan untuk mengimbangi sisi mengerikannya," tulis Peter.

"Film ini menjadi tambahan menarik bagi DCU garapan Gunn. Tom Rhys Harries menghadirkan pesona kekanak-kanakan sekaligus ancaman yang tenang dalam perannya," sambungnya.

Berbeda dari film superhero pada umumnya, Clayface mengangkat kisah asal-usul Matt Hagen yang diperankan Tom Rhys Harries, aktor Hollywood yang berubah jadi sosok Clayface mengerikan setelah menjalani perawatan eksperimental.

[Gambas:Video CNN]

Clayface sendiri merupakan salah satu musuh Batman dari Gotham City dalam komik DC yang memiliki kemampuan mengubah bentuk tubuh dan wajahnya.

Kritikus Brandon Davis turut memuji film tersebut, terutama cara sutradara James Watkins mengeksplorasi kemampuan Clayface. Ia menyebut film itu menghadirkan momen-momen mengerikan dengan gagasan yang tidak biasa.

"Clayface sangat keren. Watkins menghadirkan Gotham yang meresahkan dan sangat kreatif dalam mengeksplorasi kemampuan Clayface. Ada momen-momen mengerikan, gelap, dan gagasan yang menyimpang," tulis Brandon.

"Tom Rhys Harries adalah seorang bintang, baik sebagai karakter di film maupun melalui penampilannya. Ia tampil luar biasa. Kerja bagus dari semua pihak," sambungnya.

Sementara itu, HeyChalice menyebut Clayface sebagai salah satu film horor terbaik tahun ini. Ia juga mengaku tidak menyangka film tersebut mampu memadukan horor dan romansa dengan begitu baik.

"Clayface adalah salah satu film horor terbaik tahun ini! Saya tidak menyangka film ini bisa memadukan horor dan romansa dengan begitu sempurna! Warner Bros dan DC berhasil menggarap film ini, sementara Mike Flanagan tidak pernah gagal dengan naskah-naskahnya," tulis HeyChalice.

"Tom Rhys Harries bersinar dalam pengenalan karakter ini di film layar lebar yang kelam dan mengerikan! Segera beri lampu hijau untuk sekuelnya!" sambungnya.

Komentar kritikus tidak hanya memuji kepiawaian Tom Rhys Harries dalam memerankan karakter musuh Batman tersebut. Mereka memuji bagaimana film berhasil menghadirkan kisah penjahat yang tragis, alih-alih mengubahnya menjadi karakter antihero.

"Clayface adalah segala hal yang diinginkan dari film yang berpusat pada penjahat. Tidak ada lagi omong kosong antihero. DC memahami bahwa penjahat yang tragis bisa hadir... Film ini mengingatkan kita mengapa para penjahat Batman berbeda dari yang lain," tulis ConorVille08.

Chris Killian juga memuji cara film tersebut mengolah kisah masa lalu Matt Hagen menjadi tontonan body horor yang brutal.

"Clayface luar biasa! Film ini mengolah kisah masa lalu Matt Hagen yang tragis menjadi tontonan penuh adegan berdarah yang liar. Ada sejumlah adegan horor tubuh yang sangat unik dan bakal membuat penonton bergidik," tulisnya.

"Namun, hal yang paling saya sukai adalah film ini juga menjadi penghormatan yang menyentuh terhadap era film romansa gotik klasik yang telah berlalu," sambungnya.

Sementara itu, MovieZine menggambarkan Clayface sebagai perpaduan Joker dan The Substance dalam latar Gotham City. Mereka menilai film tersebut menghadirkan horor tubuh yang gelap dan tragis, meski sesekali terasa konyol.

"Joker bertemu The Substance di Gotham City. DC menghadirkan horor tubuh yang gelap dan tragis pada musim horor kali ini. Terkadang sedikit konyol, tetapi dipenuhi adegan berdarah. Beberapa adegannya begitu intens hingga saya tidak sanggup menontonnya," tulis MovieZine.

"Clayface adalah film horor yang sangat mengerikan dan sama sekali tidak menahan diri. Film ini benar-benar mengeksplorasi gambaran-gambaran menjijikkan," tulis DCU Brief.

"Menariknya, film ini juga lucu. Ceritanya bergerak dari suasana yang sangat suram menuju sesuatu yang nyeleneh, penuh warna, dan absurd. Perubahan nada yang menyegarkan ini membuktikan bahwa DCU bisa menghadirkan berbagai hal," sambungnya.

(van/chri)