Betrand Peto mengklarifikasi rumor miring terkait video pesta dan minum-minum yang mendadak viral di media sosial.
Putra angkat Ruben Onsu dan Sarwendah itu menegaskan bahwa potongan video yang beredar merupakan dokumen pribadi lama yang disunting pihak tak bertanggung jawab setelah meretas akun email miliknya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Klarifikasi tersebut disampaikan sosok yang akrab disapa Onyo ini setelah merampungkan pemeriksaan terkait laporan dugaan Tindak Pidana Kekerasan Seksual (TPKS) di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Kamis (8/10).
"Ya, itu ada. Memang benar ada yang membobol email aku, tapi kita fokus dulu untuk permasalahan ini lah," kata Betrand Peto di Polda Metro Jaya, Kamis (8/10).
"Gini, mungkin yang bisa kujelasin adalah itu tuh bukan di mana posisinya tuh lagi ada yang seperti yang ada di video gitu," tuturnya seperti diberitakan detikcom.
"Mungkin itu terlalu diedit-edit jadi digabungin jadi satu aja, gitu aja sih. Itu video lama, video lama," terangnya.
Ia lantas membeberkan konteks asli di balik perekaman video tersebut. Menurut penjelasannya, momen itu diambil saat ia sedang berkumpul dan menyantap hidangan bersama kawan-kawan sesama perantau asal Indonesia Timur usai bermain sepak bola.
"Jadi itu kumpul-kumpul sama teman-temanku yang ada di daerah timur, gitu. Jadi kami main bola untuk kumpulan anak-anak timur gitu," tuturnya.
"Jadi yang diambil itu foto-foto itu doang, maksudnya biar kasih lihat panjangnya itu kami tuh makan papeda di sana gitu. Ada beberapa teman-teman yang datang di sana juga untuk makan papeda bareng," beber Betrand.
Lebih lanjut, Betrand menegaskan materi dalam video tersebut merupakan dokumentasi pribadi yang tidak pernah ia unggah ke platform mana pun, ataupun dibagikan ke grup percakapan kawan-kawannya.
Hal itu yang membuatnya yakin bahwa data tersebut diambil secara ilegal melalui peretasan.
"Jadi aku bisa bilang kenapa itu dibobol, karena itu enggak pernah ku posting ke mana-mana untuk simpan buat pribadiku aja. Share ke grup juga atau ke teman-teman juga aku enggak ada nge-share itu," pungkanya.
Meski dirugikan oleh aksi penyebaran dokumen pribadi tersebut, pihak Betrand Peto memilih untuk memusatkan konsentrasi menyelesaikan perkara dugaan tindak asusila yang tengah diproses di Polda Metro Jaya terlebih dahulu.
Setelah itu, ia menyatakan baru akan menentukan langkah hukum lanjutan terkait peretasan akunnya.
(chri)
