Stray Kids Ikut Boikot Kategori Asia Grammy Awards

CNN Indonesia
Selasa, 06 Okt 2026 17:00 WIB
Stray Kids untuk comeback ATE (2024). (JYP Entertainment)
Stray Kids dipastikan turut boikot kategori Asian di Grammy Awards ke-69 dengan tidak mendaftarkan karya musik mereka. (JYP Entertainment)
Jakarta, CNN Indonesia --

Stray Kids dipastikan turut memboikot gelaran Grammy Awards ke-69 dengan tidak mendaftarkan karya musik mereka. Langkah itu diambil di tengah gelombang protes terhadap pembentukan kategori baru, Best Asian Pop Music Performance.

JYP Entertainment selaku agensi yang menaungi Stray Kids mengonfirmasi boy group tersebut mengosongkan pendaftaran untuk ajang penghargaan musik paling bergengsi di Amerika Serikat tersebut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Stray Kids tidak mendaftarkan karya untuk Grammys," tulis keterangan resmi agensi seperti diberitakan Korea Times pada Senin (5/10).

Sikap tegas tersebut diambil kurang dari sehari setelah Recording Academy selaku penyelenggara Grammy Awards mengumumkan bakal tetap mempertahankan kategori Best Asian Pop Music Performance.

Penyelenggara mengklaim dukungan terhadap kehadiran kategori anyar ini jauh lebih banyak dibanding gelombang penolakan yang muncul.

Keputusan Stray Kids terbilang mengejutkan mengingat pelantun tembang tersebut dijagokan sebagai salah satu kandidat kuat.

[Gambas:Video CNN]

Posisi mereka di industri musik global tergolong masif, dengan rekor sembilan kali memuncaki tangga album Billboard 200-pencapaian terbanyak kedua untuk kategori grup sepanjang sejarah setelah The Beatles.

Seluruh delapan member Stray Kids bahkan tercatat memegang hak suara sebagai voting member di Recording Academy.

Wacana pembentukan kategori musik pop Asia sendiri dicetuskan Recording Academy pada Juni 2026. Kategori ini dirancang untuk memberi ruang bagi musik populer Asia, termasuk K-pop, J-pop, hingga C-pop.

Namun, kebijakan itu langsung memicu tanggapan kritis dari berbagai pihak. BTS juga lebih dulu menolak kategori tersebut sehingga tidak mengirimkan musik atau album apa pun ke Grammy 2027.

Pengelompokan genre tersebut dinilai diskriminatif dan berisiko mengesampingkan musisi Asia dari kategori-kategori utama Grammy.

Kritik tajam menilai pengotakan semacam ini sulit diterima ketika K-pop sudah berkembang menjadi kekuatan musik global.

Alih-alih memperluas pengakuan, kehadiran kategori regional itu justru dikhawatirkan membatasi ruang gerak musisi Asia dan menyingkirkan mereka dari persaingan adil di kategori umum.

Gelombang protes mulai memuncak pada Juli lalu ketika BTS memutuskan menarik diri sepenuhnya dari pendaftaran di seluruh kategori Grammy ke-69.

Dalam pesan bersama yang diunggah tujuh anggotanya, BTS menyatakan harapan agar karya musik dapat "didengar dan dicintai apa adanya, alih-alih dipisahkan berdasarkan wilayah atau bahasa."

Mundurnya BTS dan Stray Kids sebagai dua raksasa K-pop kini mengarahkan sorotan ke grup-grup lain.

Pentolan boyband ATEEZ, Hongjoong, menyuarakan pandangannya dalam wawancara bersama majalah Variety. Ia mengaku memahami langkah yang diambil BTS dan tengah memikirkan posisi grupnya terkait kontroversi ini.

"Tidak ada yang tahu pasti alasan sebenarnya. Namun bagi saya pribadi, sejujurnya saya sedikit setuju dengan langkah yang diambil BTS," tutur Hongjoong.

(chri)