Nunung Curhat Bisnis Kuliner Loyo, Klaim Korban Dilempar Tanah Kuburan

CNN Indonesia
Selasa, 06 Okt 2026 13:00 WIB
Tri Retno Prayudati, atau lebih dikenal sebagai Nunung
Nunung curhat bisnis usaha makanannya di Solo, Jawa Tengah, kerap mendadak sepi pengunjung. (Tangkapan Layar Instagram @nunung63.official)
Jakarta, CNN Indonesia --

Nunung curhat bisnis usaha makanannya di Solo, Jawa Tengah, kerap mendadak sepi pengunjung. Ia mengalami penurunan omzet yang sangat tajam 2-3 bulan terakhir.

Ia juga bercerita kerap menemukan benda mencurigakan yang ternyata adalah tanah. Ia mengklaim bahwa tanah itu adalah tanah kuburan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Tanah kuburan. Itu berkali-kali seperti ini. Nah, nih. Ya sembarang saja, pokoknya enggak tahu dilempar atau apa, aku enggak mengerti. Pokoknya di halaman parkiran sama mau masuk halaman joglo warung," kata Nunung seperti diberitakan detikHot pada Selasa (6/10).

"Sebetulnya kalau aku pertama kali dikasih laporan, dikasih fotonya, buat aku sih percaya enggak percaya karena aku orangnya enggak percaya hal-hal kayak begitu," papar Nunung.

"Cuma kalau dikait-kaitkan dengan sepinya warung, mulailah kita berpikir ke sana, tapi aku tetap positif terus, dan selalu bilang benahi ke dalam," tutur Nunung.

Namun kecurigaannya makin menumpuk karena pihaknya mendapatkan pertanyaan dari pelanggan mengapa warung tersebut selalu tutup, padahal mereka beroperasi.

"Padahal enggak pernah tutup. Pernah juga ada tiga mobil datang sudah mau parkir dan sudah diarahkan tukang parkir, tapi tiba-tiba putar balik. Itu terjadi beberapa kali," kata Nunung.

Seperti diberitakan detikHot, Nunung juga menunjukkan foto kepada awak media berupa gambar sebuah bungkusan putih kumal yang tampak berisi sesuatu berwarna cokelat tua seperti tanah.

Foto tersebut, kata Nunung, adalah bungkusan berisi tanah kuburan yang kerap ditemukan di sekitaran warung miliknya ketika sedang mengalami sepi pengunjung.

"Lucunya itu kalau habis dibuang, warung ramai lagi, banyak orang makan lumayan. Kemarin sudah dibuang, bertahan seminggu, lalu ada kiriman lagi," kata Nunung.

"Kan mencari barang buangan itu susah, kadang sampai dicari ke sudut-sudut oleh para pegawai kalau pas lagi sepi," katanya.

Nunung sudah dalam beberapa tahun terakhir fokus menjalani bisnis warung makan dari resep-resep lawas yang juga ia kuasai. Bisnis itu ia jalani setelah sepenuhnya pulih dari penyakit kanker beberapa tahun lalu.

Warung makan makanan khas Jawa tersebut pertama kali dibuka di Solo, Jawa Tengah, dan kemudian sukses hingga membuka cabang di sejumlah daerah lainnya di Indonesia, termasuk di Jakarta yang bekerja sama dengan Vicky Prasetyo.

(end)
placeholder