Dewan Kesenian Jakarta: Hati-Hati dengan Orchestra Experience

CNN Indonesia
Senin, 05 Okt 2026 16:40 WIB
orchestra experience
Dewan Kesenian Jakarta sempat imbau masyarakat untuk berhati-hati terkait pembelian tiket Orchestra Experience. (Tangkapan layar instagram @orchestra__experience.id)
Jakarta, CNN Indonesia --

Dewan Kesenian Jakarta (DKJ) sempat mengimbau masyarakat untuk berhati-hati dan mempertimbangkan kembali pembelian tiket Orchestra Experience pada Minggu (4/10).

Imbauan itu disampaikan beberapa jam sebelum konser musik klasik tersebut dibatalkan. Imbauan tersebut disampaikan DKJ melalui unggahan di Instagram pada Minggu sekitar pukul 16.30 WIB.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam pernyataannya, DKJ menyebut terdapat sejumlah informasi dan kondisi terkait penyelenggaraan acara yang menimbulkan kekhawatiran mengenai kredibilitas dan kepastian pelaksanaan Orchestra Experience.

"Sehubungan dengan adanya informasi mengenai penyelenggaraan acara Orchestra Experience, kami menyampaikan imbauan kepada masyarakat dan seluruh pihak yang berkepentingan untuk berhati-hati dan mempertimbangkan kembali keikutsertaan maupun pembelian tiket acara tersebut," tulis DKJ.

Meski begitu, DKJ menegaskan imbauan tersebut bukan berarti pihak Orchestra Experience telah terbukti melakukan penipuan.

"Perlu kami tegaskan bahwa pengumuman ini merupakan bentuk imbauan dan kewaspadaan untuk melindungi masyarakat dari potensi kerugian, dan bukan merupakan pernyataan bahwa pihak penyelenggara telah terbukti melakukan penipuan," demikian pernyataan DKJ.

[Gambas:Video CNN]

Sekitar satu jam setelah imbauan DKJ disampaikan, pihak Orchestra Experience mengumumkan pembatalan konser melalui Instagram.

Pengumuman tersebut disampaikan sekitar pukul 17.30 WIB, atau sekitar 1,5 jam sebelum konser yang dijadwalkan berlangsung pukul 19.00 WIB.

"Dengan berat hati kami informasikan bahwa pertunjukan Orchestra Experience di Tangerang yang dijadwalkan hari ini, 4 Oktober 2026 pukul 19.00 WIB di The Entrance Convention Hall, Q-BIG BSD City (Upper Ground), Tangerang, dibatalkan untuk hari ini dan akan dijadwalkan ulang karena kendala teknis yang tidak terduga," tulis Orchestra Experience di Instagram.

"Kami dengan tulus memohon maaf atas pemberitahuan yang mendadak ini dan atas ketidaknyamanan yang mungkin terjadi, terutama bagi Anda yang telah mempersiapkan diri untuk menghadiri pertunjukan," sambungnya.

Orchestra Experience juga menyebut pertunjukan akan dijadwalkan ulang. Tiket yang telah dibeli dinyatakan tetap berlaku untuk jadwal baru tersebut.

"Tanggal baru dan informasi lebih lanjut mengenai tiket Anda akan segera kami umumkan. Tiket yang telah dibeli tetap berlaku untuk jadwal pertunjukan yang baru, dan kami akan membagikan detailnya segera setelah dikonfirmasi," tulisnya.

Sementara itu, pihak penyelenggara juga menyediakan opsi pengembalian dan atau refund. Penyelenggara menyebut proses pengembalian dana dilakukan dalam waktu hingga tujuh hari kerja melalui Customer Service.

"Semua pemegang tiket yang menginginkan refund dapat mengajukan pengembalian dana. Proses refund akan dilakukan dalam waktu hingga 7 hari kerja," tulisnya.

"Silakan hubungi Customer Service kami untuk mengajukan refund. Mohon tidak khawatir, semua permintaan refund akan kami proses," demikian informasi Orchestra Experience.

[Gambas:Instagram]

Pembatalan tersebut kemudian menuai reaksi dari sejumlah penonton. Sejumlah unggahan yang beredar di media sosial memperlihatkan calon penonton telah berada di The Entrance Convention Hall, Q-BIG BSD City, Kabupaten Tangerang, sebelum mengetahui konser tersebut dibatalkan.

Salah satunya diunggah akun X @txtdrjkt. Dalam unggahan itu disebutkan konser tersebut diduga dibatalkan 30 menit sebelum acara dimulai.

"Kok bisa bjir ngebatalin 30 menit sebelum acara. Enggak kebayang itu yang sudah beli tiket," demikian dikutip dari unggahan tersebut.

Persoalan tersebut kemudian berujung pada laporan polisi. Kini, polisi tengah menyelidiki kabar soal dugaan penipuan konser Orchestra Experience.

Kasi Humas Polres Tangerang Selatan, Iptu Wahyuni mengatakan pihaknya telah menerima laporan soal dugaan penipuan tersebut.

"Bahwa benar saat ini Polres Tangsel telah menerima laporan polisi terkait dengan kejadian tersebut. Saat ini Sat Reskrim telah melakukan penyelidikan atas peristiwanya," kata Wahyuni, kepada wartawan, Senin (5/10).

Kendati demikian, Wahyudi belum membeberkan lebih lanjut ihwal laporan dugaan penipuan tersebut. Termasuk, soal jumlah kerugian yang diderita korban.

"Penyidik sedang bekerja. Mohon doanya agar peristiwa tersebut bisa diungkap," ucap dia.

(van/chri)