Ada Riwayat Kesehatan Sensitif, Alasan Sarwendah Minta Ruben Tes Medis

CNN Indonesia
Sabtu, 03 Okt 2026 14:00 WIB
Keberadaan riwayat kesehatan yang 'sensitif' menjadi alasan Sarwendah meminta Ruben Onsu melakukan tes medis sebelum menemui buah hatinya.
Keberadaan riwayat kesehatan yang 'sensitif' menjadi alasan Sarwendah meminta Ruben Onsu melakukan tes medis sebelum menemui buah hatinya. (CNN Indonesia/Vandeniar)
Jakarta, CNN Indonesia --

Pihak Sarwendah buka suara soal permintaan tes kesehatan untuk Ruben Onsu jika ingin menemui anak-anaknya.

Ruben dan Sarwendah sempat menikah dan dikaruniai dua anak. Namun, kini keduanya telah berpisah dan berseteru.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Perwakilan tim kuasa hukum Sarwendah, Pablo Benua mengatakan, langkah tersebut murni sebagai bentuk perlindungan terhadap anak-anak.

"Ternyata memang ditemukan adanya sebuah riwayat [sensitif] yang sangat sensitif sekali tidak dapat kami sampaikan di ruang publik," kata Pablo Benua saat ditemui di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, Jumat (2/10/2026), dikutip detikhot.

Dia lalu berujar, "Riwayat tersebut bisa dikhawatirkan dapat berdampak negatif terhadap anak sehingga perlu dilakukan pengujian atau pengecekan kesehatan."

Pablo juga tidak bermaksud membebani Ruben Onsu dengan aturan soal jadwal tes rutin. Pihak Sarwendah hanya ingin melihat itikad baik bersama demi kebaikan.

"Pada prinsipnya Sarwendah ingin melihat itikad baik saja. Jadi enggak usahlah, kita lupakan dulu yang 3 bulan sekali, 6 bulan sekali, dan sebulan sekali. Lakukan saja dulu itikad baik itu sekali, cukup," imbuh dia.

Pihak Sarwendah juga menegaskan, wacana pemeriksaan medis tidak boleh dipelintir jadi alat penjegal pertemuan ayah dan anak kandung. Upaya itu murni bentuk protektif orang tua dalam menjaga anak dari berbagai potensi risiko kesehatan.

"Lalu kalau kita bicara bahwa ada syarat untuk tes kesehatan, saya tegaskan itu bukan syarat. Itu adalah salah satu bentuk kepedulian terhadap anak," ujar Pablo.

Terkait apakah pemeriksaan tersebut masih diperlukan, pihak Sarwendah memilih menyerahkan ke Komisi Perlindungan Anak sebagai lembaga independen. Kubu ini juga menegaskan persoalan medis anak sama sekali tidak pantas dijadikan ajang perdebatan.

"Kalau Komnas Anak bilang bahwasanya tidak perlu tes kesehatan, ya sudah," kata Pablo.

"Kalau Komnas Anak katakan tes kesehatan, ya apa boleh buat. Enggak perlu juga harus dipublikasi hasil tes kesehatannya," pungkasnya.

(isa/asr)
placeholder