Betrand Peto merasa dirinya mendapat teguran dari Tuhan setelah kembali terseret dalam kasus yang membuatnya harus menjalani pemeriksaan di Polda Metro Jaya.
Betrand Peto menjalani pemeriksaan di Polda Metro Jaya pada Senin (21/9) malam sebagai saksi dalam kasus dugaan penganiayaan, yang masih terkait dengan kisruh di kelab malam kawasan SCBD Jakarta Selatan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Mungkin ini teguran dari Tuhan agar aku berhati-hati lagi kedepannya," ungkap Betrand Peto. "Doain ya mudah-mudahan semuanya lancar dan berakhir baik."
Seperti diberitakan detikHot pada Selasa (22/9), pemeriksaan Onyo ini adalah tindak lanjut dari laporan yang dibuat oleh Bebby Hatami terhadap perempuan berinisial DYP.
Laporan teregister dengan nomor LP/B/6852/IX/2026/SPKT/POLDAMETROJAYA tersebut terkait dugaan penganiayaan yang terjadi pada 14 September 2026.
Sebelumnya, dua perempuan berinisial ANW dan DYP melaporkan Betrand Peto dan temannya ke Polda Metro Jaya. ANW melaporkan Betrand atas dugaan tindak pidana kekerasan seksual, kemudian DYP melaporkan Bebby Hatami atas dugaan penganiayaan.
DYP mengaku mengalami kekerasan fisik saat terjadi perselisihan antarkelompok.
Betrand telah membantah tudingan terkait pelecehan seksual tersebut. Didampingi kuasa hukumnya dalam konferensi pers pada Senin (14/9), anak angkat Ruben Onsu itu menyebut bahwa kabar yang beredar di media sosial tidak mencerminkan fakta di lapangan.
"Saya ingin menyampaikan bahwa seperti yang sudah ada berita yang tersebar, bahwa aku tidak melakukan hal yang seperti apa yang dibilang," kata Betrand.
"Untuk permasalahan yang dia bilang aku tuh tindakan seksual, aku tidak melakukan itu sama sekali," sambungnya.
Betrand pun menyebut dirinya berjanji untuk kooperatif menghadapi gugatan hukum yang dilayangkan kepada dirinya. Ia juga memastikan tidak akan menutupi, atau pun memanipulasi apa yang sebenarnya terjadi.
