Keluarga Kenang Momen Terakhir Bersama Den Baguse Ngarso

CNN Indonesia
Selasa, 22 Sep 2026 06:00 WIB
Susilo Nugroho atau Den Baguse Ngarso saat ditemui di kediamannya Mantrijeron, Kota Jogja, Kamis (3/9/2026)
Keluarga mengenang momen-momen terakhir sebelum Den Baguse Ngarso meninggal dunia pada Senin (21/9). (Adji G Rinepta/detikJogja)
Yogyakarta, CNN Indonesia --

Pihak keluarga mengenang momen-momen terakhir bersama Susilo Nugroho alias Den Baguse Ngarso sebelum aktor teater legendaris meninggal dunia pada Senin (21/9).

Sukanti selaku kakak mengungkapkan bahwa mereka masih sempat berkumpul dan mengobrol hangat di angkringan. Susilo juga disebut masih tampak sehat dan beraktivitas normal hingga sehari sebelum meninggal.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Malam sebelumnya sama saya jagongan (duduk santai bercengkrama), itu malah sehari ketemu dua kali, sore ngangkring terus pulang, terus malamnya ngangkring lagi, enggak apa-apa beliau," tutur Sukanti, Senin (21/9) malam.

Sukanti menuturkan, di mata keluarga, Susilo merupakan pribadi yang cenderung serius saat berinteraksi dengan sanak saudara.

Namun, sifat humoris almarhum langsung mencair setiap kali ia duduk nongkrong bersama tetangga di lingkungan angkringan.

[Gambas:Video CNN]

Susilo Nugroho atau Den Baguse Ngarso dinyatakan meninggal dunia pada Senin (21/9) sore pukul 17.00 WIB. Belum ada informasi lebih lanjut mengenai penyebab sang seniman meninggal dunia.

Terkait kepastian pemakaman, pihak keluarga saat ini masih menunggu kondisi istri almarhum lebih tenang sebelum menentukan opsi lokasi tempat pemakaman keluarga yang ada.

Suasana rumah duka sendiri kini telah dipadati pelayat, sementara jenazah Susilo masih berada di Rumah Sakit Bethesda.

Lahir pada 5 Januari 1959, Susilo Nugroho mengasah bakat seni perannya sejak 1977. Nama panggung Den Baguse Ngarso melekat kuat berkat perannya sebagai priayi sombong dan berucap pedas dalam serial Mbangun Deso di TVRI Yogyakarta.

Kiprahnya di dunia seni pertunjukan makin kokoh usai mendirikan kelompok Teater Gandrik pada 1983 bersama Heru Kesawa Murti, Jujuk Prabowo, Sepnu Heryanto, dan Saptaria Handayaningsih.

(kum/chri)