Madonna akan tampil sebagai pembuka di ajang MTV Video Music Awards (VMA) 2026. Penampilan ini menandai kembalinya ia ke panggung VMA untuk pertunjukan langsung setelah 23 tahun.
VMA 2026 ini akan digelar di Peacock Stadium, Los Angeles, pada 27 September 2026 petang waktu setempat dan disiarkan bersamaan di CBS dan Paramount+.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Madonna terakhir kali tampil di VMA adalah pada 2003. Kala itu, ia berbagi panggung dengan Christina Aguilera dan Britney Spears.
Mereka membawakan lagu hit Like a Virgin dan Hollywood secara bersama-sama, yang diakhiri dengan aksi Madonna mencium kedua penyanyi wanita tersebut di atas panggung.
Seperti diberitakan Variety pada Rabu (16/9), Madonna kembali menjadi sorotan di dunia musik pop telah mendapat pengakuan luas berkat album teranyarnya, Confessions II.
Album itu menempatkan Madonna menjadi penerima nominasi VMA terbanyak, yakni dengan 11 nominasi berkat album tersebut, diikuti Taylor Swift dengan sembilan nominasi dan Ariana Grande dan Sabrina Carpenter dengan tujuh nominasi.
Sepanjang kariernya, Madonna sudah 19 kali menang VMA dan sebelumnya memimpin nominasi terbanyak dua kali, yakni sembilan nominasi untuk Vogue pada 1990 dan sembilan nominasi untuk Ray of Light dan Frozen pada 1998.
Album baru Madonna ini merupakan kelanjutan dari album Confessions on a Dance Floor (2005). Album yang kembali merekrut Stuart Price meraih popularitas tinggi dan mencatatkan minggu streaming terbaiknya hingga saat ini.
Album ini memulai debutnya di posisi nomor 1 tangga lagu Billboard 200 dengan penjualan setara 134 ribu unit album. Capaian itu adalah yang pertama diraih Madonna dalam tujuh tahun terakhir.
Kolaborasi Madonna dan Stuart Price tersebut melanjutkan kerja sama mereka yang berjalan lama. Produser dan penulis lagu itu menjadi pengarah musik Madonna untuk Drowned World Tour 2001, Re-Invention World Tour 2004, Confessions Tour 2006, hingga Celebration Tour.
Price juga telah mengerjakan remix dan ikut menulis berbagai lagu dengan Madonna. Ia mulai dikenal luas setelah mengerjakan album ke-10 Madonna berjudul Confessions on a Dance Floor (2005).
"Kami merasa terhormat menyambut Madonna kembali ke Warner Records. Madonna bukan sekadar artis - ia adalah cetak biru, pendobrak aturan, raksasa budaya terhebat," ujar Tom Corson dan Aaron Bay-Schuck, ketua bersama Warner Records.
(jaz/end)
