Review Drama: A Bona Fide Killer

Christie Stefanie | CNN Indonesia
Rabu, 16 Sep 2026 20:50 WIB
Drama Korea A Bona fide Killer (2026).
Review A Bona fide Killer: Drama ini memiliki penceritaan yang jelas, tahu arah hingga akhir, chemistry dan akting bintangnya jempolan. (MBC)
img-title Christie Stefanie
4
Review A Bona fide Killer: Drama ini memiliki penceritaan yang jelas, tahu arah hingga akhir, chemistry dan akting bintangnya jempolan.
Jakarta, CNN Indonesia --

A Bona Fide Killer menjadi salah satu drama Korea tahun ini yang sangat konsisten menjaga penceritaannya dengan amat baik hingga akhir.

Drama hasil adaptasi webcomic karya Yoon dan Geomdung ini memiliki tema vigilante dengan menempatkan perempuan, lebih tepatnya seorang ibu sebagai eksekutor utamanya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kombinasi naskah dari Kim Eun-hee dan pengarahan sutradara Yoon Jong-ho bisa dibilang berhasil karena membuat drama tersebut menyuguhkan penceritaan yang konsisten matang dan memikat dari episode perdana hingga layar penutup.

Premis ceritanya langsung mengunci perhatian lewat karakter Yoo Bo-na yang diperankan dengan sangat brilian oleh Gong Hyo-jin. Naskahnya berhati-hati membedah dua nyawa yang dihidupi karakter ini.

Pada satu sisi, Yoo Bo-na merupakan seorang istri dan ibu yang hangat. Namun di sisi yang lain, ia adalah Kingfisher, pelayan keadilan berdarah dingin.

Gong Hyo-jin sekali lagi berhasil memancarkan keibuan dan kekejaman secara bersamaan dengan takaran yang pas, membuat penonton nyaris mustahil membayangkan aktris lain untuk peran ini.

[Gambas:Video CNN]

Salah satu kekuatan A Bona Fide Killer adalah perjalanan Yoo Bo-na sebagai Kingfisher berdasarkan filosofi keadilan yang terstruktur. Kingfisher bukan sekadar pembunuh yang mengamuk membabi buta.

Naskah secara eksplisit memperlihatkan aturan main mereka, yakni memastikan aturan dan hukum yang berlaku selalu menjadi sarana utama dan pertama dalam menegakkan keadilan.

Ketika sistem peradilan terbukti mandul dan gagal menghukum penjahat, baru tim Kingfisher turun tangan mengambil alih tugas moral tersebut demi kepentingan masyarakat luas.

Secara keseluruhan, perpaduan komedi, laga, dan drama selama operasi tim Kingfisher ditata rapi, dikawal oleh tata musik dan penyutradaraan yang tahu persis cara mengendalikan mood penonton.

Drama Korea A Bona fide Killer (2026).Review A Bona Fide Killer: Chemistry Gong Hyo-jin dan Jung Ju-won membuktikan keraguan netizen tak berdasar. Foto: (MBC)

Di sisi lain, A Bona Fide Killer juga jadi proyek comeback yang sangat tepat bagi Gong Hyo-jin setelah menikah pada 2022, dan kembali memerankan karakter ibu setelah When the Camellia Blooms pada 2019.

Ia menghadirkan chemistry begitu kuat dengan Jung Ju-won yang memerankan karakter suaminya, Kwon Tae-seong. Seiring berjalannya drama, mereka bisa membuktikan bahwa keraguan netizen adalah kekeliruan.

Dinamika Bo-na dengan Tae-seong, jelas menjadi kekuatan sekaligus nyawa lain yang membuat drama ini terasa membumi. Hubungan rumah tangga mereka digarap begitu dewasa.

Momen-momen domestik yang hangat sengaja dibangun untuk memancing rasa waswas penonton, menunggu bom waktu kapan rahasia besar Bo-na akhirnya meledak di depan suaminya.

Jung Ju-won mengeksekusi momen-momen emosional tersebut dengan amat meyakinkan. Alih-alih merajuk atau memicu festival kesalahpahaman berlarut-larut ala sinetron, karakter Tae-seong membuktikan diri sebagai green flag sejati.

Responsnya saat berhadapan langsung dengan rahasia sang istri justru memperlihatkan penerimaan level tinggi melalui pernyataan yang menekankan ia mencintai setiap versi dari istrinya.

Bersama Hwang Bom-I yang menjadi Kwon Yul, Gong Hyo-jin dan Jung Jae-won membentuk satu keluarga kecil yang kebersamaannya selalu sukses menghangatkan hati penonton di tiap episodenya.

Begitu pula dengan kehadiran Lee Sang-yi sebagai Lee Dong-jin, kawan Tae-seong di kepolisian, juga memberikan lapisan konflik yang menarik.

Obsesinya meringkus Kingfisher berbenturan dengan posisi personalnya, menciptakan dilema moral yang menjaga tensi cerita.

Di jajaran pendukung, ada pula Cha Mi-kyung yang berperan sebagai Ok Sun-ja, mertua Yoo Bo-na. Ia sukses menghidupkan dan mendalami sosok mertua yang menjadi momok bagi menantu perempuan, sekaligus memainkan emosi penonton.

Sehingga, dinamika keluarga, persahabatan, rekan kerja, terlebih lagi pernikahan Yoo Bo-na dan orang-orang di sekitarnya sesungguhnya terasa menjadi kekuatan utama A Bona Fide Killer.

Drama ini berhasil menarik perhatian hampir di setiap episodenya. Namun, beberapa hal memang meninggalkan sedikit catatan.

Naskah seperti membuang-buang waktu lewat cinta segitiga adik ipar Bo-na, rekan kerjanya, dan kawan sang adik ipar. Subplot ini sangat terasa sebagai filler bahkan cenderung membosankan walau memiliki konklusi yang tidak terlalu memalukan.

Padahal, dibandingkan sibuk dengan cinta segitiga, porsi cerita untuk anggota tim Kingfisher itu sendiri bisa diperbanyak.

Kedalaman hubungan rekan-rekan setim Bo-na pun semestinya bisa ditajamkan lagi untuk menjustifikasi loyalitas buta mereka kepadanya. 

Ruang eksplorasi untuk melihat lebih banyak misi, cara kerja operasi di balik layar, hingga gesekan dengan tim lain terasa kurang digali. Naskah ini seolah pelit memberikan panggung lebih besar bagi organisasinya.

Selain itu, konfrontasi dengan musuh terakhir yang ternyata punya kaitan erat dengan masa lalu Bo-na juga dieksekusi dengan build-up yang agak terburu-buru, sehingga kehilangan sebagian dampak emosionalnya.

Drama Korea A Bona fide Killer (2026)Review A Bona Fide Killer: Kisah anggota tim Kingfisher seharusnya mendapatkan porsi lebih banyak daripada cinta segitiga ipar dan rekan kerja Yoo Bo-na. Foto: (MBC)

Begitu pula dengan keadaan tim sales mereka di perusahaan elektronik itu yang terus bertahan tanpa ada konsekuensi berarti meski selalu merugi, kondisi yang sedikit menggelitik pikiran ketika ditonton.

Terlepas dari catatan itu, A Bona Fide Killer tetap berhasil membayar lunas semuanya di babak akhir. Rangkaian episode penutupnya dieksekusi dengan sangat rapi dan memuaskan.

Episode akhir A Bona Fide Killer bisa dibilang benar-benar memenuhi ekspektasi atau harapan penonton atas bagaimana tayangan seharusnya berakhir.

Berbekal penulisan yang tahu arah, akting jempolan, dan chemistry antarkarakter yang hidup, drama ini membuktikan kelasnya sebagai drama Korea yang sangat pantas untuk diikuti.

A Bona Fide Killer tayang di Viki. 

[Gambas:Youtube]

(chri/chri)