Macklemore kembali bersuara setelah dengan lantang mengutarakan dukungan untuk Palestina saat membuka konser Ed Sheeran di Stadion MetLife, New Jersey pada 28 Agustus.
Ia kini memberikan komentar lebih luas setelah seruan "Free Palestine" dalam penampilannya itu memicu gelombang protes hingga desakan boikot dari rangkaian The Loop Tour.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Peraih empat piala Grammy tersebut, seperti diberitakan Variety pada Senin (7/9), menegaskan bahwa pesan yang ia sampaikan di atas panggung murni berlandaskan kemanusiaan dan cinta kasih.
Ia menyebut kritik terhadap tindakan militer maupun kebijakan pemerintah Israel sama sekali tidak ditujukan untuk menyerang warga atau komunitas Yahudi.
"Kepada seluruh saudara dan saudari Yahudi saya: kritik terhadap Israel, kritik terhadap apartheid, dan sikap menentang genosida sama sekali bukan bentuk kritik terhadap Anda," ujar Macklemore.
Ia menambahkan bahwa fokus utamanya adalah memperjuangkan agar setiap manusia di muka bumi diperlakukan secara adil, bermartabat, dan setara.
Bagi Macklemore, tidak akan ada satu pun manusia yang benar-benar bebas sampai seluruh orang mendapatkan kebebasannya secara adil.
"Jadi, saya katakan bebaskan Palestina, bebaskan Lebanon, bebaskan Cuba, bebaskan Kongon, bebaskan Sudan, bebaskan semua orang yang tinggal di Amerika dari ketakutan atas organisasi terorisme, ICE," tuturnya.
"Tidak ada satu pun yang bebas sampai kita semua benar-benar merdeka," tutur Macklemore dalam penampilan berikutnya di atas panggung.
Aksi Macklemore yang memicu kontroversi tersebut bermula ketika ia memanfaatkan panggung penampilannya pada Jumat (4/9) malam untuk mengingatkan publik agar tidak melupakan penderitaan warga di Gaza dan Tepi Barat.
"Saya percaya bahwa setiap manusia yang hidup di muka bumi ini berhak mendapatkan kebebasan yang sama persis," tuturnya kala itu.
Pernyataan itu menuai reaksi keras dari organisasi Israeli American Council (IAC) yang langsung meluncurkan petisi menuntut Macklemore dicoret dari sisa rangkaian tur Loop milik Ed Sheeran.
IAC menilai panggung konser megah tidak sepatutnya disalahgunakan untuk mempromosikan agenda politik sepihak.
(jaz/chri)
