5 Fakta Soal Pengabdi Setan 3 yang Mulai Diproduksi
Pengabdi Setan 3: Origin resmi memasuki tahap produksi. Film ini dipastikan akan membongkar asal mula semesta Pengabdi Setan ciptaan Joko Anwar.
Film ketiga ini akan membawa penonton menguak sejumlah misteri mengenai sekte dan sosok-sosok yang berada di balik berbagai kejadian dalam Pengabdi Setan (2017) dan Pengabdi Setan 2: Communion (2022).
Lihat Juga : |
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sejak Pengabdi Setan pertama, cerita ini memang tidak pernah dirancang untuk selesai dalam satu film. Ada banyak hal yang sengaja belum diceritakan dan banyak pertanyaan yang ditinggalkan untuk
penonton," ujar Joko Anwar.
"Sekarang waktunya kita mulai mencari tahu dari mana semuanya bermula," lanjutnya dalam pernyataan resmi yang diterima CNNIndonesia.com.
Berikut 5 hal penting tentang Pengabdi Setan 3: Origin:
1. Prekuel Pengabdi Setan
Pengabdi Setan 3: Origin dipastikan akan menjadi prekuel yang dapat berdiri sendiri meski menjadi film ketiga yang dirilis dalam saga karya Joko Anwar tersebut.
Film ini menelusuri asal-usul sekte dan perjanjian dengan iblis yang menjadi latar di balik dua film sebelumnya.
"Film ini adalah segala sesuatu yang tanpa saya sadari sedang saya bangun selama ini-film yang akhirnya menjawab dari mana kutukan itu berasal, mengapa kutukan tersebut tidak pernah berhenti, dan apa sebenarnya yang diinginkannya," ujar Joko Anwar seperti diberitakan Variety pada Senin (31/8).
"Penggemar lama akhirnya akan mendapatkan jawaban yang sudah mereka nantikan selama bertahun-tahun. Sementara penonton baru akan mendapatkan pengalaman yang luar biasa," lanjutnya.
Namun, belum ada informasi lebih lanjut mengenai cerita, jajaran pemain, dan proses produksi Pengabdi Setan 3: Origin.
Lihat Juga : |
2. Terinspirasi kisah nyata
Cerita Pengabdi Setan 3: Origin akan dibuka dengan wabah histeria massal di Strasbourg pada abad ke-16, yang terinspirasi dari peristiwa nyata yang tercatat pada 1518. Kisah kemudian berlanjut ke sebuah mercusuar berhantu di pesisir selatan Jawa pada abad ke-17.
3. Dibuat dalam 7 bahasa
Pengabdi Setan 3: Origin disebut menjadi produksi paling ambisius dalam karier Joko Anwar hingga saat ini. Hal itu lantaran proses produksinya berlangsung di dua benua dan menggunakan tujuh bahasa, yakni bahasa Indonesia, Alsasia, Portugis, Jawa, Belanda, Turki, dan Latin.
4. Tayang di bioskop 2027
Seperti jarak antara film pertama dan kedua, Pengabdi Setan 3: Origin ini juga dijadwalkan tayang lima tahun setelah Pengabdi Setan 2: Communion yang rilis pada 2022.
Pada Selasa (1/9), Joko Anwar mengumumkan Pengabdi Setan 3: Origin akan tayang di bioskop pada 2027.
"Penantian lama tak pernah sia-sia. Semua jawaban bermula di sini. Pengabdi Setan 3: Origin, lahir di bioskop 2027," tulis Joko Anwar di Instagram pada Selasa (1/9).
5. Tayang global
Pengabdi Setan 3: Origin akan dipasarkan ke pasar internasional dengan judul Satan's Slaves: Origin melalui Barunson E&A, perusahaan yang menangani penjualan hak distribusi film tersebut di berbagai wilayah.
Barunson E&A akan memperkenalkan Satan's Slaves: Origin kepada pembeli internasional dalam pasar film perdana Toronto International Film Festival pada September mendatang. Barunson E&A merupakan studio asal Korea Selatan yang berada di balik film Parasite karya Bong Joon Ho yang meraih penghargaan Oscar.
Pengabdi Setan merupakan salah satu waralaba film horor populer di Indonesia. Film ini pertama kali digarap oleh sutradara Sisworo Gautama Putra dan dirilis pada 1980. Pengabdi Setan kemudian dikenal sebagai salah satu film horor kultus di Indonesia.
Joko Anwar kemudian menghidupkan kembali cerita tersebut melalui Pengabdi Setan pada 2017. Film tersebut meraih lebih dari 4,2 juta penonton di Indonesia dan menjadi salah satu film lokal terlaris pada tahun tersebut.
Kesuksesan itu berlanjut lewat Pengabdi Setan 2: Communion yang dirilis 2022. Film itu tercatat sebagai film Indonesia pertama yang diputar dalam format IMAX dan hingga kini masih masuk dalam jajaran enam film lokal dengan jumlah penonton tertinggi sepanjang masa.


