Duane Davis Dinyatakan Bersalah dalam Pembunuhan Tupac Shakur

CNN Indonesia
Selasa, 01 Sep 2026 10:30 WIB
LAS VEGAS, NV - NOVEMBER 7: Duane Keith "Keffe D" Davis looks on as he appears in Clark County District Court November 7, 2023, in Las Vegas, Nevada. Davis was arrested in September and has pleaded not guilty to murder in the 1996 killing of rapper T
Dewan juri menyatakan Duane 'Keffe D' Davis bersalah sebagai dalang pembunuhan rapper Tupac Shakur yang terjadi pada 1996. (Getty Images via AFP/POOL)
Jakarta, CNN Indonesia --

Dewan juri menyatakan Duane 'Keffe D' Davis bersalah sebagai dalang pembunuhan rapper Tupac Shakur yang terjadi pada 1996.

Dalam persidangan yang digelar pada Senin (31/8) waktu Amerik Serikat, juri menilai Davis bersalah melakukan pembunuhan menggunakan senjata mematikan dengan niat untuk mendukung, memajukan, atau membantu geng kriminal.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dengan keputusan dewan juri tersebut, Davis yang saat ini berusia 63 tahun terancam divonis hukuman penjara maksimal seumur hidup, seperti diberitakan ABC News dan Variety pada Senin (31/8).

Penilaian tersebut dicapai setelah dewan juri melakukan musyawarah selama sekitar tiga jam setelah persidangan yang berlangsung selama berminggu-minggu di Las Vegas, dan sehari setelah Davis menyampaikan argumen penutup.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) dan polisi menyatakan Davis mendalangi pembunuhan Shakur dalam insiden penembakan dari dalam kendaraan atau drive-by shooting di Las Vegas pada 7 September 1996, serta menyerahkan senjata pembunuhan tersebut kepada sang penembak.

JPU dan polisi meyakini bahwa pelaku penembakan yang sebenarnya adalah Orlando "Baby Lane" Anderson, yang adalah keponakan Davis, atau pria lain yang berada di kursi belakang mobil.

Jaksa Binu Palal dalam argumen penutupnya mengatakan bahwa kasus ini "dipenuhi dengan bukti tidak langsung" dan kesaksian yang saling menguatkan, ditambah dengan pernyataan Davis selama bertahun-tahun kepada media serta dalam memoarnya yang menunjukkan keterlibatan ia membantu pembunuhan tersebut.

"Selama hampir 18 tahun, Duane Davis telah mengatakan kepada polisi, televisi, buku, pewawancara YouTube-kepada siapa pun yang mau mendengarkan-bahwa dialah yang bertanggung jawab atas pembunuhan Tupac Shakur," ujar Palal. "Tunjukkan padanya bahwa Anda [dewan juri] mendengarnya, nyatakan dia bersalah."

Sementara itu, Michael Sanft selaku pengacara Davis berargumen, satu-satunya bukti yang menyatakan kliennya bertanggung jawab atas pembunuhan Shakur hanyalah pengakuannya sendiri yang tidak dapat dianggap sebagai bukti nyata.

"Kita harus bertanya pada diri sendiri pada titik ini: Mengapa kita berada di sini 30 tahun kemudian jika Duane Davis sebenarnya sudah mengaku-benar-benar mengaku?" ujarnya.

Setelah mendapatkan penilaian dewan juri, Duane 'Keffe D' Davis dijadwalkan menerima vonis hukuman dari hakim pada 13 Oktober. Selama menunggu itu, ia akan ditahan tanpa jaminan. Duane 'Keffe D' Davis juga berencana untuk banding setelah vonis dijatuhkan.

Pada 7 September 1996 malam, rapper Tupac Shakur ditembak empat kali menggunakan pistol Glock .22 saat mobilnya berhenti di lampu merah di Paradise, Nevada.

Tembakan itu berasal dari sebuah mobil Cadillac putih yang memepet kendaraan Shakur yang saat itu dikemudikan oleh bos label rekamannya, Marion "Suge" Knight.

Peluru mengenai dada, lengan, dan paha sang artis hip-hop, sementara satu peluru menyerempet kepala Knight. Shakur meninggal dunia akibat luka-lukanya enam hari kemudian.

Kasus pembunuhan Tupac Shakur telah lama menjadi salah satu kejahatan tidak terpecahkan dan paling menggemparkan di dunia musik.

Selama bertahun-tahun, Davis sesumbar atas perannya dalam kasus Shakur. Pada 2018, demi memancing antusiasme publik terhadap memoarnya, Davis tampil dalam serial dokumenter BET berjudul Death Row Chronicles.

Dalam acara itu, ia membahas malam pembunuhan Shakur dan mengisyaratkan bahwa senjata pembunuh tersebut dioper dari seseorang yang duduk di kursi belakang Cadillac putih. Namun ia enggan menyebutkan identitas orang itu.

"Saya akan tetap memegang teguh kode etik jalanan," ujar Davis, seraya menambahkan, "Senjata itu datang dari kursi belakang, kawan."

(end)
placeholder