Gagal Remake Film G30S/PKI, Hanung Bramantyo Garap 'Lobang Buaya'
Sutradara Hanung Bramantyo mengungkap, dirinya sempat menyiapkan proyek besar untuk remake film sejarah G30S/PKI yang dahulu diwacanakan Presiden Joko Widodo. Sayangnya, film tersebut harus batal diproduksi.
Padahal, proyek tersebut sudah memasuki tahap persiapan serius sebelum akhirnya dihentikan secara mendadak hanya sebulan kemudian.
Lihat Juga :![]() 81 TAHUN INDONESIA 7 Film Perjuangan Indonesia yang Wajib Ditonton saat Momen Kemerdekaan |
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hanung menceritakan, gagasan remake itu muncul dari pernyataan Jokowi pada periode pertama pemerintahannya.
Kala itu, Jokowi disebut ingin ada film versi baru G30S/PKI yang lebih relevan dan bisa dinikmati generasi milenial. Pernyataan itu membuat Hanung langsung tertarik dan menyambutnya dengan antusias.
"Beliau [Jokowi] pernah bilang di tanggal 30 September itu, beliau pengen ada orang yang membuat atau melakukan remake atas film G30S/PKI yang bisa dinikmati, yang sangat milenial. Kita menyambut dong, sebagai sutradara langsung excited. Wah gila, nih!" kata Hanung Bramantyo di kawasan Senayan, Jakarta Pusat, Jumat (28/8), dilansir Detikpop.
Hanung lanjut menceritakan, persiapan produksi kala itu berjalan sangat serius. Ia mengaku sudah mengumpulkan produser, mencari pendanaan, hingga melakukan riset mendalam terkait proyek sejarah tersebut.
"Oke, produser sudah kumpul, sudah macam-macam gitu, kan. Sudah ada penyandang dananya segala macam gitu, kan. Sudah kita niat banget, riset ke mana-mana gitu, kan," tutur Hanung.
Sayangnya, langkah itu tak berlanjut mulus. Suami Zaskia Adya Mecca ini mengaku proyek tersebut tiba-tiba dihentikan. Ia mendapat kabar bahwa film itu tidak boleh diteruskan karena situasi dinilai belum kondusif untuk mengangkat isu sensitif secara terbuka.
"Akhirnya kemudian tiba-tiba sebulan kemudian dibilang batal gitu, 'Gak boleh'. 'Alasannya kenapa?' Katanya, 'Situasinya belum memungkinkan'. 'Padahal itu Bapak Presiden sendiri yang bilang?', 'Ya pokoknya dibilang jangan'," ujar Hanung.
Kekecewaan itu kemudian mendorong Hanung mencari jalan lain. Saat pandemi Covid-19, ia merasa suasana mencekam.
Suara sirine ambulans dan bayang-bayang kematian ketika itu mengingatkannya pada teror sejarah yang pernah ia riset. Dari situ, ia mengolah ide tersebut menjadi film horor berjudul Lobang Buaya.
"Daripada saya gila, lebih baik saya lupakan semua proyek sejarah murni itu dan merombaknya menjadi sebuah sinopsis berjudul 'The Hole' atau 'Bolong' yang akhirnya menjadi film 'Lobang Buaya' ini," ucap Hanung.
Film produksi Adhya Pictures itu dijadwalkan tayang di bioskop mulai 1 Oktober 2026. Menggeser fokus dari film sejarah yang sempat dirancang, Lobang Buaya disebut mengangkat ketegangan sosial di sebuah desa pada tahun 1964.
(rti)