5 Poin Kronologi Ruben Onsu Terseret Kasus Dugaan Penipuan

CNN Indonesia
Minggu, 23 Agu 2026 10:20 WIB
Ruben Onsu
Ruben Onsu terseret kasus dugaan penipuan dan penggelapan senilai Rp3,5 miliar. Dalam perkara tersebut, Ruben juga telah ditetapkan sebagai tersangka oleh polisi. (Tangkapan layar instagram @ruben_onsu)
Daftar Isi
Jakarta, CNN Indonesia --

Ruben Onsu terseret kasus dugaan penipuan dan penggelapan senilai Rp3,5 miliar. Dalam perkara tersebut, Ruben juga telah ditetapkan sebagai tersangka oleh polisi.

Perkara tersebut dilaporkan pada 22 Agustus 2025. Kasus kemudian naik ke tahap penyidikan pada 25 April 2026. Setelah diumumkan sebagai tersangka pada 20 Agustus 2026, Ruben dijadwalkan menjalani pemeriksaan pada pekan ini.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Berikut kronologi Ruben Onsu terseret dugaan penipuan dan penggelapan:

1. Pengacara Ruben: bermula dari pinjaman

Setelah Ruben ditetapkan sebagai tersangka, pihaknya memberikan tanggapan terkait kasus dugaan penipuan tersebut. Kubu Ruben menyampaikan penjelasan mengenai perkara yang tengah dihadapi artis sekaligus pengusaha tersebut.

"Kalau investasi kan berarti kan Ruben menyuntikkan anggaran, kan begitu ya. Tapi ini kan kerja sama. Kalau menurut cerita Ruben ke saya kan ini kerja sama. Jadi memang niatnya pinjam uang," kata Pengacara Ruben, Minola Sebayang seperti diberitakan pada Jumat (21/8).

"Pinjam uang, kemudian pinjaman itu dikasih, tapi kemudian ada ide bagaimana kalau kerja sama, Ruben digunakan untuk kepentingan perusahaan itu yang saling menguntungkan. Dan kemudian akan ada imbalan dan kemudian imbalan itu akan diperhitungkan sebagai pembayaran dari kewajiban," sambungnya.

Minola menjelaskan bahwa kerja sama tersebut kemudian tidak dilanjutkan atas keinginan pihak yang memberikan pinjaman kepada Ruben. Oleh karena itu, yang tersisa adalah kewajiban Ruben untuk membayar pinjaman.

Ruben OnsuRuben Onsu terseret kasus dugaan penipuan dan penggelapan senilai Rp3,5 miliar. Dalam perkara tersebut, Ruben juga telah ditetapkan sebagai tersangka oleh polisi. Foto: Ahsan/detikHOT

2. Upaya Ruben menyelesaikan

Minola mengaku tidak memahami secara detail bagaimana kewajiban tersebut berubah menjadi persoalan hukum hingga muncul tuduhan investasi, penipuan, dan penggelapan.

Menurut dia, Ruben tidak ingin memperdebatkan persoalan mengenai benar atau salahnya perkara tersebut dan memilih berupaya menyelesaikannya.

"Nah, namun Ruben bilang bahwa dia yakin bahwa dia dengan pertolongan Tuhan dan juga doa dari teman-teman semuanya, dalam waktu dekat dia bisa menyelesaikan masalah ini karena kan masalahnya kan cuma hanya masalah uang ya, yang lebih kurang Rp3,5 miliar itu yang dikatakan digelapkan dan ditipu sama Ruben," tutur Minola.

"Padahal ini dari versi Ruben adalah berawal dari utang. Nah, dan Ruben gak mau berdebat tentang masalah benar salahnya itu, tapi hanya dia mengatakan, 'saya hanya akan menyelesaikan masalah itu secepat mungkin'," sambungnya yang kerap disebut sebagai sahabat Ruben tersebut.


3. Ruben ditetapkan sebagai tersangka

Polisi kemudian menetapkan Ruben Onsu sebagai tersangka dalam kasus tersebut dan diumumkan pada 20 Agustus 2026. Penetapan tersangka dilakukan setelah penyidik melakukan serangkaian proses penanganan perkara dan mengumpulkan keterangan serta bukti yang diperlukan.

Meski demikian, proses hukum terhadap Ruben masih berjalan dan perkara tersebut akan bergulir melalui tahapan penyidikan selanjutnya.


4. Nilai kerugian Rp3,5 miliar

Perkara yang dilaporkan pada 22 Agustus 2025 mencatat bahwa korban disebut mengalami kerugian sekitar Rp3,5 miliar.

Ruben diduga menawarkan investasi dalam bisnisnya dengan janji keuntungan dalam jangka waktu tertentu. Namun, keuntungan yang dijanjikan disebut tidak diterima dan modal awal juga belum dikembalikan.

Ruben dijerat Pasal 378 KUHP tentang penipuan dan/atau Pasal 372 KUHP tentang penggelapan.


5. Pernyataan klarifikasi Ruben Onsu

Pada Sabtu (22/8), Ruben menyampaikan permohonan maaf atas kegaduhan yang terjadi sekaligus menegaskan komitmennya untuk menyelesaikan persoalan ini secara kekeluargaan.

Ruben mengaku telah berupaya menempuh jalur mediasi yang dijembatani rekannya demi meluruskan simpang siur informasi.

"Sehubungan dengan pemberitaan yang beredar belakangan ini, saya memohon maaf atas situasi yang ada. Selama proses ini berjalan, saya juga sudah berupaya melakukan tabayun melalui teman kami, tapi memang belum menemukan titik temu," ujar Ruben lewat keterangannya.

"Ini bukan bermaksud untuk membenarkan diri," ia menegaskan. "Selama proses ini berjalan, saya juga sedang menyelesaikan permasalahan lain dengan kembali mencari data dan bukti-bukti untuk meluruskan pemberitaan yang menurut saya sudah jauh dari apa yang sebenarnya terjadi."

"Semoga pemberitaan yang ada tidak dimanfaatkan untuk menutupi atau mengalihkan perhatian dari isu-isu nasional yang lebih membutuhkan kepedulian kita bersama," tulisnya. "Terima kasih kepada semua pihak yang terus memberikan semangat dan dukungan."

(lyd/end)
placeholder