Sukses, Sutradara Mulai Garap Sekuel Film Animasi Niu Lai

CNN Indonesia
Senin, 24 Agu 2026 19:00 WIB
Film animasi China Niu Lai atau The Arrival Of The Ox (2026).
Niu Lai ternyata akan memiliki sekuel bertajuk Yang Gao dan dipastikan bakal diproduksi lebih cepat dari sebelumnya. (Dalian Jingyuan Culture Film and Television Media)
Jakarta, CNN Indonesia --

Film animasi China Niu Lai ternyata akan memiliki sekuel. Xin Yumeng selaku sutradara mengonfirmasi hal itu sekaligus mengumumkan proses produksi sudah dimulai. Sekuel Niu Lai nantinya akan bertajuk Yang Gao.

Langkah itu diambil di tengah kehebohan karya pertamanya yang mendadak melesat jadi fenomena box office meski sempat dihujat publik akibat visualnya yang dinilai teramat sederhana.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Xin Yumeng, seperti diberitakan The Independent pada Selasa (18/8) menjanjikan bahwa proses produksi untuk proyek terbarunya ini bakal berjalan jauh lebih cepat dibandingkan karya perdananya.

Jika Niu Lai membutuhkan waktu hingga lima tahun pengerjaan, ia optimistis Yang Gao tidak akan memakan waktu sepanjang itu.

"Kali ini kita tidak perlu menunggu sampai lima tahun," ujar Xin Yumeng saat membeberkan rencana proyek barunya.

Langkah berani Xin Yumeng menggarap sekuel animasi baru ini tak lepas dari kesuksesan tak terduga film Niu Lai di box office.

[Gambas:Video CNN]

Didampingi sang ibu, Sun Lifang, proyek animasi berdurasi 86 menit itu murni dikerjakan hanya mereka berdua.

Tanpa latar belakang pendidikan perfilman, Xin yang sebelumnya berprofesi sebagai desainer interior nekat merangkap tugas mulai dari pemodelan, pencahayaan, penyuntingan, hingga pengisi suara.

Ia bahkan merakit peralatan produksinya menggunakan komputer bekas yang dibeli secara daring.

Menanggapi berbagai kritik pedas terkait kualitas visual film pertamanya yang dinilai kaku dan kasar, Xin Yumeng mengaku menerima seluruh masukan publik dengan lapang dada.

Namun, ia menegaskan keputusannya untuk memprioritaskan kekuatan alur cerita ketimbang memoles kerapian visual dilakukan secara sadar.

Menurutnya, jika ia terlalu fokus menyempurnakan rincian visual, film Niu Lai tidak akan pernah rampung dan menyapa penonton.

"Jika kami memfokuskan seluruh energi pada presisi rendering, film ini tidak akan pernah selesai dibuat. Di antara detail dan narasi keseluruhan, saya memilih untuk membiarkan ceritanya berjalan terlebih dahulu," tuturnya.

Xin Yumeng membantah Niu Lai viral karena rekayasa strategi promosi. Ia menegaskan sejak awal tak memiliki modal untuk promosi besar-besaran, sehingga kesuksesan yang diraih filmnya murni berkat dinamika di ruang publik.

Pengalaman dan pemahaman spasial yang ia dapatkan selama menjadi desainer interior kini kembali ia terapkan untuk merancang latar proyek animasi terbarunya tersebut.

(chri)