Proyek Harry dan Meghan Markle Kalah dari Video Kucing di Box Office

CNN Indonesia
Senin, 24 Agu 2026 05:00 WIB
Britain's Prince Harry, Duke of Sussex, (L) and Meghan, Duchess of Sussex arrive to attend the annual Commonwealth Service at Westminster Abbey in London on March 09, 2020. - Britain's Queen Elizabeth II has been the Head of the Commonwealth througho
Proyek Hollywood terbaru Pangeran Harry dan Meghan Markle kalah saing dengan video 70 menit kucing yang viral dan menguasai box office. (AFP/Tolga Akmen)
Jakarta, CNN Indonesia --

Proyek Hollywood terbaru Pangeran Harry dan Meghan Markle, Cookie Queens, harus tunduk kepada film berisi 70 menit video kucing dari internet yang viral dan menguasai box office akhir pekan lalu.

Cookie Queens merupakan film dokumenter yang diproduseri pasangan tersebut melalui perusahaan media mereka, Archewell Productions.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Berdasarkan data Box Office Mojo, film yang dirilis pada 7 Agustus 2026 ini harus puas meraup sekitar US$354 ribu dari 466 bioskop.

Capaian tersebut masih di bawah CatVideoFest 2026, kompilasi video kucing viral karya pembuat film asal Seattle, Will Braden, yang berhasil meraup sekitar US$569 ribu meski hanya diputar di 255 layar.

Sehingga, seperti diberitakan The Strait Times pada Selasa (18/8), Cookie Queens rata-rata hanya menghasilkan sekitar US$760 per bioskop, sedangkan rangkaian video kucing tersebut menghasilkan sekitar US$2.230 per bioskop.

Cookie Queens mengikuti kisah empat anggota Girl Scouts saat mereka berkompetisi dalam dunia penjualan kukis yang penuh tantangan.

[Gambas:Video CNN]

Film tersebut mengeksplorasi ambisi, kepemimpinan, dan masa remaja, serta tekanan untuk meyakinkan orang asing bahwa mereka membutuhkan satu kotak Thin Mints lagi, kukis dengan cita rasa mint dan cokelat yang menjadi salah satu andalan penggalangan dana tahunan organisasi kepemudaan tersebut.

Meghan mempromosikan film dokumenter tersebut sebelum dirilis di bioskop dan menceritakan pengalamannya sendiri saat masih menjadi anggota Girl Scouts.

Namun, popularitas besar pasangan Sussex tersebut tampaknya belum cukup untuk mengalahkan daya tarik video-video kucing yang unik dan menghibur.

Debut Cookie Queens yang kurang menggembirakan ini kembali memunculkan pertanyaan apakah perhatian terhadap Harry dan Meghan mampu menarik penonton untuk proyek yang tidak secara langsung mengulik kisah mereka atau keluarga kerajaan Inggris.

"Harry dan Meghan masih sangat efektif dalam menghasilkan pemberitaan, tetapi pemberitaan dan pelanggan yang mau membayar adalah dua hal yang sangat berbeda," kata komentator kerajaan Kinsey Schofield, seperti diberitakan The Straitstimes pada (16/8).

"Ada masa ketika hanya dengan mencantumkan nama mereka dalam proyek sudah menjamin rasa penasaran yang luar biasa. Saya tidak yakin hal itu masih berlaku sekarang," ujarnya.

"Dan tidak bisa dipungkiri bagaimana kesannya ketika mereka berada lima peringkat di bawah kompilasi video kucing dari internet yang berdurasi 70 menit. Hollywood bisa memaklumi banyak hal, tetapi dikalahkan CatVideoFest adalah jenis penghinaan yang seolah sudah menulis punchline-nya sendiri," kata Schofield.

Meski begitu, satu akhir pekan di box office belum tentu menjadi penentu nasib Cookie Queens. Film dokumenter biasanya memang menghadapi tantangan untuk menarik penonton ke bioskop.

Sementara itu, film ini memasuki pasar tanpa pengungkapan pribadi yang sebelumnya menjadi sumber perhatian terhadap proyek-proyek Harry dan Meghan.

Salah satunya, seperti serial Netflix mereka pada 2022, Harry & Meghan, yang mendapat perhatian dunia melalui kisah tentang keputusan mereka mundur dari tugas kerajaan serta hubungan yang renggang dengan keluarga kerajaan.

Memoar Harry yang dirilis pada 2023, Spare, juga menjadi buku terlaris secara internasional dan memicu pemberitaan selama berminggu-minggu.

(van/chri)