Fakta Menarik Niu Lai, Saingan The Odyssey dan Spider-Man di China

CNN Indonesia
Kamis, 20 Agu 2026 16:00 WIB
Film animasi China Niu Lai (2026)
Berikut fakta-fakta soal Niu Lai, film yang menjadi fenomena box office musim panas China 2026. (Dalian Jingyuan Culture Film and Television Media)
Daftar Isi
Jakarta, CNN Indonesia --

Box office China dihebohkan dengan kehadiran Niu Lai atau The Arrival of the Ox, film animasi independen berdurasi 86 menit yang mendadak meledak di tengah persaingan ketat film-film musim panas 2026.

Cerita Niu Lai mengisahkan petualangan seekor anak sapi yang berjuang untuk menjadi pejuang, ditemani burung skylark.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Saat pertama kali tayang pada awal Agustus 2026, film animasi sederhana tersebut dihujat habis-habisan karena visualnya dinilai teramat kasar dan penceritaan yang begitu canggung.

Menanggapi gelombang kritik, Xin Yumeng selaku kreator menegaskan dirinya sengaja memprioritaskan kekuatan alur narasi dibandingkan memoles rincian visual.

Menurutnya, jika ia menghabiskan seluruh energi demi detail visual yang sempurna, film tersebut tidak akan pernah selesai dibuat.

Hanya dalam hitungan hari, film itu malah sukses mendulang belasan juta yuan dan popularitasnya kini sejajar dengan blockbuster sekelas The Odyssey garapan Christopher Nolan serta Spider-Man: Brand New Day.

Berikut fakta soal Niu Lai.

[Gambas:Video CNN]

Digarap dua orang

Film ini murni dikerjakan Xin Yumeng bersama sang ibu, Sun Lifang. Tanpa latar belakang pendidikan perfilman, Xin yang tadinya berprofesi sebagai desainer interior nekat mempelajari animasi autodidak.

Sementara itu, seperti diberitakan Tatler Asia dikutip dari The Independent pada Selasa (18/8), ibunya belajar menulis naskah sekaligus mengisi suara untuk karakter-karakter perempuan.

Lima tahun dengan komputer bekas

Proses pengerjaan Niu Lai memakan waktu hingga lima tahun. Xin mengerjakan hampir seluruh teknis visual, mulai dari pemodelan, pencahayaan, hingga proses penyuntingan seorang diri.

Ia bahkan merakit alat-alat produksinya dari komputer bekas yang dibeli melalui platform jual-beli barang bekas lokal, Xianyu.

Poster manual

Ketiadaan materi promosi resmi membuat beberapa pengelola bioskop memutar otak. Staf di salah satu bioskop Beijing bahkan menggambar sendiri poster anak sapi menggunakan pulpen.

Tak hanya itu, alih-alih menuliskan detail film, poster yang dibuat manual itu berisi peringatan jenaka, seperti "Datanglah jika kamu suka hal aneh," dilengkapi dengan "Tidak bisa pengembalian uang."

Tenggelam di awal

Film ini rilis pertama kali di bioskop pada 5 Agustus tanpa trailer atau promosi. Niu Lai juga awalnya gagal total dengan hanya menggaet 236 penonton setara dengan 7.169 yuan atau Rp18,9 juta (1 RMB=Rp2.645,6).

Angka tersebut cukup kecil untuk catatan box office China sebagai salah satu pasar film terbesar di dunia, selain Amerika Utara.

Niu Lai bahkan sempat memicu kemarahan media resmi pemerintah, Beijing News.

Mereka menuding pihak bioskop telah menurunkan standar kualitas dan mengorbankan kepercayaan penonton hanya demi mengejar tren viral dari film yang dianggap sama sekali tidak memenuhi standar kelayakan tayang.

Melejit di akhir

Keterpurukan itu berbalik 180 derajat setelah potongan gambar visualnya yang dinilai buruk menyebar luas di media sosial.

Didorong budaya meme, rasa penasaran publik, hingga lelucon di kalangan netizen, masyarakat justru berbondong-bondong membeli tiket demi membuktikan seberapa 'buruk' kualitas film tersebut secara langsung.

Buntut viral di internet, pihak pengelola bioskop menambah jam tayang secara masif. Hasilnya, pendapatan box office Niu Lai melesat drastis hingga 5,6 juta yuan atau setara Rp14,84 miliar dalam sehari pada Minggu (16/8).

Siapkan sekuel

Di tengah sorotan publik, Xin Yumeng mengungkapkan bahwa proyek film animasi berikutnya yang bertajuk Yang Gao (Sheep High) sudah mulai masuk tahap produksi.

Ia berjanji proses pengerjaan karya teranyarnya ini tidak akan memakan waktu hingga lima tahun seperti film pertamanya.

(chri)