Cerita Fajar Novario, Sosok Pencipta Logo HUT ke-81 RI

CNN Indonesia
Senin, 17 Agu 2026 08:47 WIB
Logo HUT ke-81 RI kali ini berasal dari goresan desainer grafis asal Sumatera Barat, Fajar Novario.
Logo HUT ke-81 RI kali ini berasal dari goresan desainer grafis asal Sumatera Barat, Fajar Novario. (CNN Indonesia/ John Nedy Kambang)
Jakarta, CNN Indonesia --

Dalam setiap perayaan ulang tahun kemerdekaan, logo merupakan salah satu yang paling ditunggu bentuknya, karena logo memiliki makna dan arti tersendiri. Logo HUT RI ke-81 tahun 2026 kali ternyata berasal dari goresan desainer grafis asal Sumatera Barat.

Namanya Fajar Novario. Pria berusia 28 tahun ini merupakan alumni jurusan Desain Komunikasi Visual Universitas Negeri Padang dan kini memimpin Auman Design Bureau. Dari tangan fajar dan timnya di Auman Design Bureau-lah, lahir logo yang kini telah menyebar dimana-mana.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Fajar mengaku bangga, hasil rancangannya menang dan terpilih sebagai logo resmi ulang tahun kemerdekaan.

"Perasaannya melihat logo hasil desain dimana-mana? Pasti senang dan bangga. Pasti bangga lah ya. Senang sekali," kata Fajar.

Kepada CNNIndonesia.com, Fajar menyebut, sayembara pembuatan logo HUT RI ke-81 merupakan yang pertama kali diikutinya.

Fajar dan tim hanya punya waktu sekitar empat hingga lima minggu untuk menyelesaikan desainnya, dimana setiap minggu terdapat tahapan check point yang harus dilalui dengan pengawasan, baik dari asosiasi desain grafis, maupun dari pihak Istana.

Membuat logo HUT RI tidaklah sesederhana yang dipikirkan orang. Fajar harus memadukan beragam kebudayaan di Tanah Air. Dalam proses panjangnya, ada 20 bentuk visual logo yang disiapkan, sebelum akhirnya menemukan bentuk final seperti saat ini.

"Untuk desainnya sendiri alternatif yang kita berikan itu ada beberapa. Sekitar 20 logo. Tapi secara konsep itu kami mengajukan ada 3 konsep, 3 konsep ini masing-masing kami memberikan alternatif," katanya.

Makna Logo HUT RI ke-81

Logo Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI Tahun 2026.Logo Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI Tahun 2026. (Foto: Arsip Kemensekneg)

Fajar menjelaskan, logo HUT ke-81 RI tidak hanya memiliki makna dari bentuk angka yang ditampilkan, tetapi juga mengandung pemaknaan ganda melalui motif yang ada di dalamnya.

Ia mengatakan, bentuk angka delapan yang saling menopang menggambarkan makna gotong royong antarlapisan masyarakat. Kemudian, angka delapan dan satu yang saling terhubung memiliki makna satu tujuan yang sama.

Selain makna tersebut, terdapat pula makna konotatif yang sengaja dimasukkan ke dalam logo.

Menurut Fajar, tim menggunakan ambiguitas atau pemaknaan ganda agar masyarakat dapat memiliki interpretasi masing-masing terhadap logo tersebut.

"Jadi kami mengambil ambiguitas dari logo, kami mengambil pemaknaan ganda dari logo tadi, sehingga masyarakat bisa melakukan self-claim terhadap logonya," ujarnya.

Ia mencontohkan, bentuk angka delapan pada logo tersebut dapat menyerupai motif tertentu yang ada di Kalimantan. Di daerah lain, bentuk tersebut juga dapat mengingatkan masyarakat terhadap motif budaya yang mereka kenal.

"Saya harapannya masyarakat bisa proaktif dalam melihat tersebut, seperti motif tongkrongan, seperti lihat angka delapan itu mirip dengan itiak pulang petang. Di daerah lain punya motif yang mirip juga," katanya.

Logo rancangan Fajar sendiri memadukan keberagaman yang ada di Tanah Air, melihat kembali bagaimana para founding father Indonesia dulu melakukan itu.

Tim kemudian melakukan riset dari Sabang sampai Merauke. Mereka menemukan beberapa motif yang muncul.

"Nah, dari karakter-karakternya tadi itu, kami mencoba untuk membikin atau merancang desain, yang kemudian desain itu bisa dilihat sama teman-teman juga di mana-mana, terkait desain HUT ke-81 kami," jelas Fajar.

Logo merupakan media komunikasi untuk menyampaikan pesan. Selain sebagai simbol perayaan, logo juga menjadi harapan dan doa atas tema yang diangkat.

"Masyarakat tentu bebas mengartikan atau memberi reaksi atas logo tersebut. Namun pada dasarnya, konsep yang disertakan adalah untuk rakyat dan atas kedaulatan rakyat," katanya lagi.

Ia berharap terpilihnya logo tersebut dapat menjadi batu loncatan bagi perkembangan ekosistem desain grafis di Sumatera Barat.

(ned/asr)
placeholder