Review Film: The End of Oak Street

Endro Priherdityo | CNN Indonesia
Minggu, 16 Agu 2026 20:26 WIB
The End of Oak Street
Review Film: The End of Oak Street lebih cocok menjadi panggung Anne Hathaway dan Ewan McGregor adu tengkar dibanding soal dinosaurus yang mendadak muncul. (dok. Warner Bros. Pictures via IMDb)
3
The End of Oak Street bisa jadi tontonan alternatif kalau bosan lihat dinosaurus muncul di dunia modern lewat rekayasa genetika.
Jakarta, CNN Indonesia --

Sebenarnya, tak ada penilaian ajek atas The End of Oak Street (2026) selain penampilan Anne Hathaway dan Ewan McGregor yang lebih berkesan daripada cerita yang ditulis dan diarahkan David Robert Mitchell.

Mitchell tampaknya belum benar-benar menemukan formula yang tepat untuk kariernya. Sejak debut 2002 hingga film panjang keempatnya ini, ia memang sudah bisa membangun kultus seperti pada Under the Silver Lake (2018), tapi belum ada yang benar-benar menggebrak box office.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam pertaruhan lewat The End of Oak Street, Mitchell tampaknya ingin mengombinasikan berbagai macam cerita, mulai dari drama keluarga, fiksi ilmiah macam Jurassic World, hingga masalah kosmik macam yang ada di dunia Star Trek dan Star Wars.

Ambisi Mitchell tersebut sebenarnya patut diapresiasi. Apalagi ia menulis dan mengarahkan filmnya ini dengan membawa kembali gaya dekade '80-an yang kental dan detail, tetapi tidak terasa out of date.

Penulisan dan pengembangan konflik yang ditulis Mitchell juga sebenarnya terbilang matang. Penonton ditempatkan sebagai juri dalam melihat masalah yang dihadapi sepasang suami-istri, memahami masalah yang dihadapi mereka dengan objektif, yang kemudian menjadikan pemahaman penonton itu sebagai "pembenaran" atas resolusi yang dikarang Mitchell.

Sebagai cerita drama keluarga, bagian tersebut sebenarnya sudah solid. Mitchell bisa membawa masalah suami-istri yang realistis menjadi dasar latar cerita The End of Oak Street (2026).

Permasalahannya mulai muncul ketika Mitchell mulai memasukkan unsur fiksi ilmiah dan tetek-bengek kosmik serta lorong waktu juga teori wormhole ke dalam cerita.

Entah apakah itu karena keinginan murni Mitchell atau ada faktor produser J.J. Abrams yang terkenal di dunia science fiction, yang jelas teori dalam cerita yang terlihat saintifik itu justru terasa tidak ilmiah. Semakin terasa khayalan ketika melihat bagaimana Mitchell menyajikannya di layar lebar.

The End of Oak StreetReview film The End of Oak Street: aksi Anne Hathaway di film ini jadi kedua terkuat setelah penampilannya dalam The Odyssey (2026).: (dok. Warner Bros. Pictures via IMDb)

Memang namanya juga fiksi ilmiah, imajinasi yang dibungkus dengan narasi saintifik sehingga terlihat sangat mungkin terjadi secara sains. Itu tidak salah. Masalahnya, The End of Oak Street (2026) menyisakan lubang besar di benak pemahaman penonton saat tiba di akhir durasi menit ke-99.

Yang bisa diambil asumsinya adalah Mitchell menggambarkan khayalan banyak orang untuk bisa mengubah masa lalu, karena sudah mengetahui akan seburuk apa masa depan.

Gaya itu sebenarnya juga digunakan dalam banyak film, ambil contoh Marvel Cinematic Universe. Namun bedanya adalah, MCU konsisten dengan teori multiverse-nya yang menjelimet itu sehingga bisa menjadi alibi untuk kembali menampilkan orang yang semestinya sudah mati, dan bisa dimaklumi sebagian penonton.

Terlepas dari masalah 'perlubangan' dalam film ini, Mitchell sebenarnya sukses menghadirkan sajian alternatif akan cekaman dikejar dinosaurus dari dunia Jurassic World yang semakin beranak-pinak dan makin ngadi-ngadi.

Mitchell membuktikan bahwa dinosaurus bisa kembali hadir di layar lebar dan berhadapan dengan manusia Amerika Serikat modern, karena selama ini dinosaurus hanya berlatar di Amerika, tanpa mesti harus melalui jalur laboratorium atau area konservasi.

Maka tidak heran bila di masa mendatang, mungkin akan ada cerita-cerita ajaib lainnya soal kemunculan dinosaurus di layar lebar.

The End of Oak StreetReview The End of Oak Street: Memiliki dua anak yang membuat kesal sepanjang film gegara gebrakan-gebrakan mereka, kolaborasi Anne Hathaway dan Ewan McGregor dalam The End of Oak Street (2026) adalah salah satu sajian yang bisa dinikmati tanpa harus mengernyitkan dahi. (dok. Warner Bros. Pictures via IMDb)

Di luar urusan nalar fiksi ilmiah, Anne Hathaway dan Ewan McGregor memberikan penampilan yang berkesan dalam The End of Oak Street (2026).

Meski ini menjadi yang keempat dari lima film Anne yang rilis tahun ini dan mulai ada anggapan "Anne lagi Anne lagi", penampilannya memang tidak bisa diremehkan. Bahkan aksinya di film ini jadi kedua terkuat setelah penampilannya dalam The Odyssey (2026).

Apalagi film ini menegaskan gaya akting dengan pesan feminisme yang kuat yang dibawa Anne Hathaway tahun ini, mulai dari menjadi penyanyi yang comeback di usia tak lagi muda, jurnalis yang berhasil menyelamatkan media yang nyaris bangkrut, ratu tanpa raja selama belasan tahun, hingga jadi ibu rumah tangga penembak dinosaurus dengan senapan laras panjang.

Beruntungnya, Anne Hathaway memang mendapatkan rekan akting yang cukup sepadan tahun ini sehingga bisa menonjolkan kemampuan dirinya. Meryl Streep di The Devil Wears Prada 2, hingga Matt Damon, Tom Holland, dan Robert Pattinson dalam The Odyssey. Termasuk dengan Ewan McGregor di The End of Oak Street (2026).

Ewan McGregor sukses mengimbangi Anne Hathaway dan membawakan perannya sebagai suami-beta di tengah situasi pelik. Namun perkembangan karakternya terasa cukup signifikan seiring dengan perjalanan konfliknya dengan istri dalam film ini.

Memiliki dua anak yang membuat kesal sepanjang film gegara gebrakan-gebrakan mereka, kolaborasi Anne Hathaway dan Ewan McGregor dalam The End of Oak Street (2026) adalah salah satu sajian yang bisa dinikmati tanpa harus mengernyitkan dahi.

Selain mereka, tim desain produksi, efek visual, hingga tata rias dan kostum The End of Oak Street (2026) adalah pihak-pihak yang patut untuk diberi karangan bunga. Sejujurnya mereka bahkan sangat berperan dalam mewujudkan imajinasi absurd David Robert Mitchell membawa zaman prasejarah ke era '80-an.

Berkat mereka, The End of Oak Street (2026) masih bisa menjadi tontonan alternatif kalau urusan dinosaurus dan kisah kesintasan. Di luar dari itu, terutama urusan fiksi ilmiah, ada banyak yang lebih ilmiah tapi masih terasa fiksi yang bisa diterima dengan hati puas.

[Gambas:Youtube]

(end)
placeholder