Menyambut Aksara Nusantara, Sistem Tulisan Teranyar Indonesia

CNN Indonesia
Minggu, 16 Agu 2026 13:34 WIB
Aksara Nusantara
Ilustrasi. Aksara Nusantara hadir guna menyatukan identitas visual dan budaya bangsa. (Mrika Selimi/Unsplash)
Jakarta, CNN Indonesia --

Ada berbagai aksara dari berbagai wilayah di Nusantara. Namun kini Indonesia patut menyambut Aksara Nusantara yakni sebuah sistem tulisan nasional baru guna menyatukan identitas visual dan budaya bangsa.

Bahasa Indonesia memang jadi bahasa persatuan bangsa Indonesia. Lantas, bagaimana dengan aksara? Sebuah proyek besar rupanya digagas demi memperkuat fondasi kebudayaan nasional.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selama setahun, Aksara Nusantara berproses hingga pada 12 Agustus 2026 kemarin Menteri Kebudayaan RI menginstruksikan agar Aksara Nusantara segera disosialisasikan secara masif.

Aksara Nusantara bukan sembarang aksara atau huruf. Proyek bermula saat Menteri Kebudayaan RI memberikan arahan pada Keraton Majapahit Jakarta pada 11 Januari 2025 unuk melestarikan dan mengembangkan seni, musik, dan sistem tulisan asli.

Arahan ini disertai pengangkatan Pangeran Cevi Yusuf Isnendar sebagai Raja Warisan Budaya di Banjar, Kalimantan Selatan dengan gelar Sultan Yusuf Al-Banjari pada 6 Mei 2025.

Di bawah Sultan Yusuf Al-Banjari, dibentuk tim khusus untuk mulai merumuskan sistem tulisan baru. Seperti dikutip dari detikcom, Keraton Majapahit Jakarta berkolaborasi bersama ahli aksara dari sejumlah universitas di Indonesia termasuk, Universitas Indonesia, Universitas Gadjah Mada, Universitas Negeri Jakarta, Universitas Diponegoro, dan UIN Alauddin, pegiat aksara, dan pemangku adat.

Tim bekerja secara kolaboratif hingga pada Juni 2025 dilakukan uji coba keterbacaan dan kemudahan menulis. Tahap ini melibatkan 20 guru dan pegiat aksara.

Sistem tulisan ini dirancang menggunakan pendekatan ilmiah yang menggunakan tiga pilar metode utama yakni,

Filologi, tim menggali secara mendalam beragam manuskrip dan karakteristik aksara kuno dari berbagai wilayah di Indonesia. Hal ini dilakukan agar elemen estetika dan nilai historis lokal tetap terjaga.

Linguistik, sistem penulisan dipastikan konsisten secara fonetik, logis, dan mudah dipelajari serta digunakan oleh masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.

Abugida, sistem karakter tradisional yang dipertahankan. Setiap karakter dasar adalah konsonan yang sudah memiliki vokal bawaan berupa bunyi "/a/". Nantinya, ini bisa diubah menggunakan tanda baca atau diakritik khusus.

Tak sebatas di atas kertas, Aksara Nusantara sudah merambah dunia digital agar relevan dengan kebutuhan generasi muda sekarang. Aksara pun dapat digunakan pada komputer dan laptop.

Kendati demikian, saat ini penerapan sistem ketik dan pembacaan teks untuk gadget seperti ponsel pintar dan tablet masih dalam proses penyempurnaan.

(els)
placeholder