Clareesya RoBoKop Hapus Unggahan 'Gaya Takbir' dan Minta Maaf
Vokalis band RoBoKop Clareesya meminta maaf menghapus unggahan foto yang menampilkan dirinya dengan pose yang disebutnya sebagai "gaya takbir"di festival musik The Sound Project.
Unggahan Clareesya ini menuai kritik terlebih sedang hangat kasus challenge hapalan Al Quran di acara yang sama untuk mendapatkan minuman keras.
Dalam unggahan di media sosial, personel Robokop itu terlihat berlutut sambil mengangkat kedua tangannya ke atas.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Gaya takbir. Love you," tulis Clareesya dalam keterangan foto tersebut.
Unggahan itu kemudian mendapat sorotan dari netizen. Sejumlah pengguna media sosial mempertanyakan maksud Clareesya menggunakan istilah tersebut, terlebih unggahan muncul ketika isu dugaan pelecehan agama di booth Newport dalam gelaran The Sounds Project juga tengah ramai dibicarakan.
"Mau ikut ikutan kasus pelecehan agama juga mba?" komentar seorang netizen.
"Saya gak akan tinggal diam sama orang yang menistakan agama," tulis netizen lainnya.
"Next time mikir dulu baru posting ya mbak, anda sebagai pekerja kreatif di bidang seni seharusnya bisa lebih keren lagi outputnya," tambah netizen lain.
Setelah mendapat berbagai respons, Clareesya menghapus foto tersebut dari media sosialnya.
Clareesya minta maaf
Tak hanya menghapus unggahan, Clareesya juga menyampaikan permintaan maaf sekaligus memberikan penjelasan mengenai maksud di balik foto dan keterangannya.
"Dengan ini saya, Clareesya, menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya atas kegaduhan dan ketidaknyamanan yang timbul sehubungan dengan postingan saya di Threads.," katanya di akun @@clareesya.
"Saya ingin meluruskan bahwa postingan tersebut dibuat semata-mata sebagai bentuk rasa syukur dan ungkapan kebahagiaan pribadi karena suatu pencapaian yang sudah lama saya impikan, yaitu dapat berkesempatan bermain dalam sebuah konser sebesar acara tersebut" imbuhnya.
Ia melanjutkan bagi musisi seperti dirinya, kesempatan untuk tampil dalam acara festival musik besar merupakan pencapaian yang sangat berarti dan menjadi sesuatu yang diidam-idamkan. Ia mengatakan tak ada maksud lain selain untuk mengungkapkan rasa syukur dan kebahagiaan atas kesempatan tersebut.
View on Threads
Meski begitu ia menyadari postingan tersebut muncul di tengah adanya pemberitaan kasus challenge hapalan Al Quran.
"Sehingga rasa syukur dan isi hati yang sebenarnya saya maksudkan dapat dipahami atau ditafsirkan ke arah yang berbeda dari maksud saya," katanya.
Ia menegaskan tidak bermaksud menghina, merendahkan, melecehkan, menistakan, ataupun menyinggung agama, kepercayaan, maupun pihak mana pun.
"Apabila postingan tersebut menimbulkan penafsiran yang berbeda dan kemudian menimbulkan kegaduhan, saya dengan tulus memohon maaf," ujarnya.
Clareesya juga berjanji tidak akan mengulangi di kemudian hari.
Dilaporkan ke polisi
Clareesya sendiri sudah dilaporkan ke polisi dalam kejadian ini. ia dilaporkan oleh seseorang bernama Muhammad Dimas Saputra ke Polda Metro Jaya. Laporan itu teregister dengan nomor LP/B/5998/VIII/2026/SPKT/POLDA METRO JAYA, tertanggal 13 Agustus 2026.
"Polda Metro Jaya membenarkan telah menerima laporan polisi terkait dugaan tindak pidana terhadap agama yang dilaporkan oleh Muhammad Dimas Saputra," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto kepada wartawan, Jumat (14/8).
(anm/sur)

