Terdampak AI, Bintang Micro-Drama China Banting Setir

CNN Indonesia
Selasa, 18 Agu 2026 20:00 WIB
The photo taken on October 10, 2025 shows the monitor screens at a microdrama film studio in Shanghai. Ultra-short video series "Strange Mirror of Mountains and Seas" is filled with dragon-like monsters, handsome protagonists and plenty of melodrama
Banyak bintang micro-drama China beralih profesi akibat terdampak gempuran konten AI. (AFP/Jade Gao)
Jakarta, CNN Indonesia --

Bintang micro-drama China banyak yang mulai beralih profesi imbas terdampak konten buatan AI. Beberapa dari mereka memilih banting setir dan meniti panggung baru, seperti bekerja di taman atau kawasan wisata.

Fenomena ini menjadi potret dinamika keras di industri hiburan China di tengah gempuran konten buatan AI yang berdampak pada pemangkasan investasi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Global Times pada Kamis (13/8) memberitakan pada kuartal pertama 2026, drama pendek berbasis AI mendominasi hingga lebih dari 95 persen dari total rilisan micro-drama di pasaran, mendesak ruang gerak produksi live-action.

Laporan CCTV mencatat, hingga Juli 2026, honor aktor utama di ranah drama pendek merosot lebih dari 50 persen, aktor peran pembantu anjlok hingga 80 persen, sedangkan upah harian figuran menyusut tajam hingga dua digit yuan.

Luo Xinyuan (21), aktris yang dulunya menggantungkan hidup dari produksi drama pendek di Hengdian, pusat industri film dan televisi terbesar di China, merasakan langsung dampak krisis ini.

Jika dahulu satu hotel di Hengdian bisa diisi puluhan tim produksi yang bersiap melakukan pengambilan gambar, kini suasananya sepi drastis.

[Gambas:Video CNN]

Sejak Mei lalu, Luo beralih peran menjadi tokoh pahlawan wuxia populer, Huang Rong, di kawasan wisata Hengdian World Studios.

Saban hari ia melakoni panggung interaktif, parade kostum, hingga menyapa pengunjung secara langsung dengan durasi kerja hingga 13 jam per hari saat musim liburan.

"Memang melelahkan, tapi sangat memuaskan. Di sini tidak ada naskah. Perannya lebih ke interaksi tatap muka langsung dengan pengunjung," ungkap Luo.

Keputusan berpindah panggung ini diakuinya ampuh mengikis kecemasan finansial.

"Saat masih aktif syuting, saya terus cemas memikirkan pekerjaan selanjutnya. Sekarang saya merasa lebih stabil."

Pendapat senada diutarakan Yin Jiaxuan (25). Aktor yang sempat mondar-mandir di berbagai set drama pendek ini menilai ada stigma keliru yang kerap mengesampingkan profesi penampil di objek wisata.

"Layar kaca kerap dianggap sebagai jalur profesional utama, sementara pertunjukan jalanan dianggap karya amatir. Prasangka tak kasatmata ini mengurung banyak penampil," ujar Yin.

"Bagi saya, pertunjukan di tempat wisata justru membangun hubungan antarmanusia yang nyata."

Kehadiran para aktor berlatar pendidikan seni peran ini rupanya menjadi angin segar bagi pengelola destinasi wisata.

Pengamat budaya Yu Jinlong menilai fenomena pergeseran ini berhasil meningkatkan mutu pariwisata imersif di Tiongkok.

"Dahulu, pemeran karakter di taman hiburan mayoritas adalah amatir yang sekadar berfoto memakai kostum. Kini, aktor profesional mampu membangun karakter yang utuh, melakukan improvisasi, dan menyambungkan jalinan cerita. Mereka mengubah kawasan wisata menjadi teater terbuka," jelas Yu.

Dampak ekonominya pun nyata. Di Kota Beladiri Gunung Wansui di Kaifeng, Provinsi Henan, interaksi karakter yang dihidupkan para aktor terbukti memperlama durasi kunjungan wisatawan hingga 2-3 jam per hari.

Data lokal menunjukkan bahwa setiap tambahan durasi berkunjung selama 30 menit meningkatkan peluang transaksi belanja wisatawan sebesar 25 persen.

Pendapatan kawasan tersebut bahkan melonjak pesat dari 80 juta yuan pada 2022 menjadi 1,27 miliar yuan pada 2025.

Bagi para aktor muda seperti Luo, pergeseran panggung ini bukan bentuk penurunan karier, melainkan proses adaptasi dan pencarian bentuk apresiasi baru.

"Mencari nafkah dengan tangan sendiri bukanlah hal yang memalukan. Ada wisatawan yang datang dari jauh hanya untuk melihat pertunjukan saya, dan diakui seperti itu rasanya sangat membahagiakan," tutup Luo.

(chri)