Paramount Sepakat Merger Warner Bros Ditunda hingga Sidang Selesai

CNN Indonesia
Senin, 27 Jul 2026 06:30 WIB
Logo Paramount dan Warner Bros, Paramount - Warner Bros
Paramount Skydance sepakat dengan keputusan pengadilan untuk memperpanjang penundaan merger perusahaan tersebut dengan Warner Bros. Discovery (WBD). (iStockphoto/hocus-focus)
Jakarta, CNN Indonesia --

Paramount Skydance sepakat dengan keputusan perpanjangan penundaan merger perusahaan tersebut dengan Warner Bros. Discovery (WBD). Bahkan mereka sepakat dengan koalisi jaksa agung negara bagian untuk menunda merger hingga persidangan antomonopoli rampung digelar.

Perusahaan itu menandatangani kesepakatan bersama pada Jumat (24/7) sore, menyetujui untuk tidak menyelesaikan transaksi senilai US$111 miliar hingga lima hari setelah persidangan diadakan atau hingga 1 Juni 2027, mana pun yang lebih dulu.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Variety menyebut pada Jumat (24/7), belum ada tanggal persidangan yang ditetapkan, tetapi kesepakatan tersebut kemungkinan akan menunda merger setidaknya selama beberapa bulan.

"Menghentikan merger ini sementara kasus kami berlangsung adalah kemenangan penting dalam upaya kami untuk menegakkan hukum dan melindungi industri film dan televisi," kata jaksa agung New York, Letitia James, dalam pernyataannya. "Saya berharap dapat melanjutkan kasus kami untuk menghentikan merger ilegal ini."

Sementara itu, Jaksa Agung California Rob Bonta menyatakan kesepakatan tersebut sebagai "kemenangan luar biasa."

"Argumen kami menentang penggabungan ilegal ini sangat jelas: Ketika terlalu sedikit perusahaan memiliki terlalu banyak kekuasaan di pasar yang penting bagi kehidupan Amerika, hal itu membuat segalanya menjadi lebih mahal, dan memperburuk keadaan," kata Bonta.

"Kesepakatan hari ini adalah kabar baik bagi penonton, bioskop, dan banyak orang yang menulis, membangun, dan menciptakan seni, berita, dan hiburan yang dinikmati banyak dari kita," lanjutnya.

"Kami bersemangat untuk terus memperjuangkan kasus kami di pengadilan dan merayakan kemenangan luar biasa lainnya dalam upaya kami untuk memastikan penggabungan ilegal ini tidak pernah terwujud."

Paramount sangat ingin menyelesaikan kesepakatan sebelum 30 September, saat mereka akan mulai menanggung biaya "berkelanjutan" sebesar US$7 juta per hari yang harus dibayarkan kepada investor Warner Bros.

Perjanjian tersebut merupakan pengakuan tersirat bahwa hal itu tidak akan terjadi, kecuali ada penyelesaian dengan negara bagian.

Paramount sebelumnya meminta sidang tiga hari untuk mosi perintah pengadilan pada akhir Agustus 2026, berharap untuk mendapatkan restu hakim untuk menyelesaikan kesepakatan tersebut pada awal September.

Penundaan proses merger Paramount Skydance dan Warner Bros. Discovery (WBD) sebelumnya diperpanjang dengan 14 hari tambahan, setelah sebelumnya pengadilan memutuskan untuk menunda akuisisi tersebut selama 14 hari.

Dengan tambahan hari penundaan ini, merger dua studio raksasa Hollywood itu tidak dapat ditutup sebelum 18 Agustus. Sekaligus, menggunakan batas maksimal yang tersedia untuk melakukan penundaan akuisisi, yakni 28 hari.

Seperti diberitakan Variety pada Kamis (23/7), Hakim Araceli Martinez-Olguin dijadwalkan untuk menggelar sidang pada 3 Agustus 2026 terkait permintaan perintah sementara yang akan memblokir kesepakatan tersebut tanpa batas waktu.

Koalisi dari 12 jaksa agung negara bagian menuduh kesepakatan merger tersebut melanggar Undang-undang Clayton karena akan mengurangi persaingan di pasar distribusi jaringan penayangan dasar dan bioskop.

Serikat penulis Writers Guild of America juga telah mengajukan tantangan terpisah terhadap merger senilai US$111 miliar tersebut, dengan mengatakan hal itu akan menekan upah penulis dan menyebabkan homogenisasi konten.

Pada Senin (21/7), proses merger Paramount Skydance dan Warner Bros. Discovery (WBD) senilai US$111 miliar atau setara Rp1.990 triliun (US$1=Rp17.930) ditunda selama 14 hari atas perintah hakim pengadilan federal, setelah 12 negara bagian menggugat akuisisi tersebut.

Koalisi negara bagian menilai proses merger akan melanggar undang-undang antimonopoli federal, yang menyebabkan harga produksi dan produk bisa lebih tinggi, serta kuantitas film dan acara TV akan lebih sedikit.

(end) Add as a preferred
source on Google


[Gambas:Video CNN]