5 Hal Perlu Diketahui sebelum Tonton The Odyssey

CNN Indonesia
Kamis, 16 Jul 2026 11:20 WIB
Matt Damon is Odysseus in THE ODYSSEY, written, produced, and directed by Christopher Nolan.
Berikut 5 hal yang perlu diketahui sebelum tonton The Odyssey garapan Christopher Nolan. (Melinda Sue Gordon/Universal Pictures)
Daftar Isi
Jakarta, CNN Indonesia --

Christopher Nolan kembali dengan proyek terbarunya, The Odyssey, ke layar lebar setelah sukses dengan Oppenheimer. The Odyssey merupakan film adaptasi epos Yunani kuno, The Odyssey karya Homer.

The Odyssey akan mengambil latar setelah Perang Troya selesai sehingga fokus menceritakan Raja Ithaca, Odysseus (Matt Damon) berjuang menempuh perjalanan berbahaya selama 10 tahun untuk pulang ke Yunani Kuno.

Hal itu ia lakukan demi bersatu kembali dengan sang istri, Penelope (Anne Hathaway), dan putranya, Telemachus (Tom Holland), setelah berakhirnya Perang Troya.

Berikut 5 hal yang mesti diketahui sebelum tonton The Odyssey.

Adaptasi epos klasik karya Homer

The Odyssey merupakan adaptasi dari puisi epik Yunani kuno karya Homer yang telah berusia lebih dari 2.700 tahun. Kisah ini melanjutkan peristiwa setelah Perang Troya yang diceritakan dalam The Iliad.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Berbeda dengan The Iliad yang berfokus pada peperangan, The Odyssey mengikuti perjalanan panjang Odysseus, raja Ithaca untuk pulang setelah perang berakhir.

[Gambas:Video CNN]

Kehadiran makhluk mitologi

Berangkat dari epos Yunani kuno, The Odyssey karya Christopher Nolan menampilkan banyak unsur mitologi Yunani, seperti Cyclops bermata satu, Siren, penyihir Circe, nimfa Kalipso, hingga dewa laut Poseidon yang menjadi musuh utama Odysseus.

Sementara itu, Dewi Athena yang diperankan Zendaya kerap membimbing dan melindungi Odysseus sepanjang perjalanan.

Bukan film perang

Trailer The Odyssey dibuka dengan sejumlah adegan Perang Troya. Namun, film ini bukan hanya berfokus pada peperangan tersebut.

Perang hanya menjadi titik awal dari kisah utama, yakni perjalanan panjang Odysseus untuk kembali ke Ithaca setelah bertahun-tahun berpisah dari keluarganya.

THE ODYSSEY, written, produced, and directed by Christopher Nolan.Film The Odyssey (2026) lebih fokus pada perjalanan pulang Odysseus setelah Perang Troya. Foto: (Melinda Sue Gordon/Universal Pictures)

Film ini mengikuti perjuangan Odysseus menempuh perjalanan pulang selama 10 tahun demi bertemu kembali dengan istri dan putranya.

Di tengah ancaman para dewa dan makhluk mitologi, cerita berkembang menjadi perjalanan emosional tentang kesetiaan, pengorbanan, dan harapan.

Perlu baca bukunya dulu?

Penonton tidak harus membaca epos The Odyssey atau The Iliad karya Homer untuk mengikuti cerita versi adaptasi film.

Mengetahui latar Perang Troya dan siapa Odysseus sudah cukup sebagai bekal sebelum menonton adaptasi Christopher Nolan.

Film ini tidak mengorbankan bobot cerita aslinya, tetapi juga tidak dibuat rumit hingga sulit dipahami, sehingga penonton yang belum akrab dengan epos karya Homer pun tetap bisa menikmati alurnya.

Kamera film IMAX

The Odyssey karya sutradara Christopher Nolan adalah film pertama dalam sejarah perfilman yang direkam 100 persen atau setiap frame-nya menggunakan kamera film IMAX.

IMAX bekerja sama dengan Nolan dan seluruh tim untuk menciptakan sistem cermin yang memungkinkan kamera menangkap wajah para aktor dari sudut yang jauh lebih dekat.

Nolan kemudian menjelaskan yang membedakan film IMAX adalah dalah format pencitraan berkualitas tertinggi yang pernah dirancang karena resolusinya tinggi yang hingga tiga kali lebih tinggi daripada kamera digital.

"Tidak ada yang dapat menyainginya," kata Nolan.

Director Christopher Nolan (center frame, arm raised) on set of his film THE ODYSSEY, written, produced, and directed by Christopher Nolan.Behind the scenes Christopher Nolan untuk film The Odyssey. Foto: (Melinda Sue Gordon/Universal Pictures)

Seiring teknologi itu, sutradara peraih Oscar tersebut juga tetap membawa ciri khasnya dalam The Odyssey lewat narasi yang kompleks dan berlapis. Namun, kali ini penyampaiannya terasa lebih modern dan lebih mudah diikuti.

Meski diadaptasi dari epos Yunani kuno, The Odyssey tidak menggunakan dialog yang bergaya klasik. Nolan justru memilih bahasa Inggris modern agar cerita terasa lebih dekat dengan penonton masa kini.

"Saya ingin menghadirkan narasi yang membumi. Bagi saya, itu adalah pilihan yang sangat jelas," kata Nolan seperti diberitakan Variety.

"Saya ingin menggunakan bahasa yang menyentuh emosi penonton, bukan hanya terdengar intelektual."

The Odyssey tayang pada 15 Juli 2026 di bioskop Indonesia.

[Gambas:Youtube]

(van/chri) Add as a preferred
source on Google