Diadukan Ruben ke KPAI, Sarwendah Siap Bantah Pakai Bukti

CNN Indonesia
Rabu, 24 Jun 2026 12:59 WIB
Sarwendah
Pihak Sarwendah menyatakan mereka siap beradu bukti dalam menanggapi tudingan pihak Ruben Onsu ke Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI). (Tangkapan layar instagram @sarwendah29)
Jakarta, CNN Indonesia --

Pihak Sarwendah menyatakan mereka siap beradu bukti dalam menanggapi tudingan pihak Ruben Onsu ke Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) soal pengasuhan kedua anak mereka.

Ruben sebelumnya mengadu ke KPAI pada Senin (22/6), mulai dari pembatasan akses pertemuan dengan anak selama beberapa waktu terakhir, anak-anak live hingga malam, hingga dugaan tekanan psikis yang dialami anak di lingkungan rumah asalnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Atas laporan yang kami lakukan dan terkait laporan yang mereka lakukan semuanya, akan kami siapkan seluruh bukti untuk memberikan penjelasan sejelas-jelasnya," kata Chris Sam Siwu selaku pengacara Sarwendah seperti diberitakan detikHot pada Rabu (24/6).

"Terkait isu mempersulit RO ketemu anak saya bantah keras. Bahwa tidak pernah, klien kami mempersulit RO ketemu anak, yang terjadi adalah komunikasi belum pas saja antara ibu dan bapaknya," tegas Chris Sam Siwu.

Chris menyatakan kliennya menyambut baik penyelesaian sengketa pengasuhan anak melalui lembaga resmi demi mendapatkan solusi hukum yang mengikat juga adil bagi seluruh pihak.

Ia berharap seluruh data dan bukti yang akan diserahkan ke KPAI nanti bisa jadi pertimangan objektif bagi lembaga tersebut dalam mengambil keputusan atau memberikan rekomendasi soal pengasuhan dua anak Ruben dan Sarwendah.

"Kami berharap, dengan laporan kami dan mereka di KPAI semoga bisa ada solusi yang terbaik buat semua. Terutama demi kepentingan anak," kata Chris.

Chris Sam Siwu juga menyebut sebelumnya mereka sudah mengajukan surat ke KPAI untuk meminta audiensi, sebelum Ruben datang ke kantor KPAI pada Senin (22/6) siang.

Selain ke KPAI, Sarwendah juga mendatangi Komnas Perempuan pada Selasa (23/6). Di sana, ia disebut menceritakan seluruh fakta terkait perjalanan rumah tangganya bersama Ruben, dari awal hingga berakhir pada 2024.

"Kami tidak mencari siapa salah siapa benar, kami hanya menggunakan hak kami ya bahwa di sini ada Komnas Perempuan ya kami gunakan hak klien kami sebagai perempuan," kata Chris.

"Mungkin ini adalah curhatan seorang perempuan ya, dari awal pernikahan sampai akhir ya silakan nanti tanyakan saja ke Komnas Perempuan," katanya.

(end) Add as a preferred
source on Google


[Gambas:Video CNN]