Gading Marten Buka Suara soal Foto Raffi Ahmad Depan Kantor Blueray
Gading Marten turut buka suara soal munculnya nama Raffi Ahmad dalam kasus dugaan suap terkait importasi barang di lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan.
Gading menjadi salah satu yang ikut berfoto dengan Raffi depan kantor Blueray Cargo yang berada di New York, Amerika Serikat. Selain Gading, ada juga Desta dan Ariel Noah dalam momen itu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami di Amerika, waktu itu kita makan makanan Indonesia di Awang Kitchen di seberangnya... ya lalu udah kita ke sebelahnya nih," tuturnya.
"Begitu pindah ke sebelahnya Indojava ada orang-orang dari sebelah memang minta foto," kata Gading melalui sambungan video call dengan Raffi dalam konferensi pers, Kamis (11/6).
"Masa orang minta foto, orang Indonesia, masa kita enggak kasih sih? Ya, iya lah, kita basa-basi segala macam," sambungnya.
Gading mengaku saat itu dirinya sama sekali tidak tahu soal Blueray. Kata dia, dirinya baru tahu soal Blueray belakangan ini setelah nama Raffi disebut dalam perkara tersebut.
"Kami aja baru tahu namanya Blueray aja sekarang nih, udah lupa namanya siapa waktu itu, orangnya siapa, orangnya siapa enggak tahu, namanya Blueray aja karena rame baru tahu," tutur dia.
"Jadi begitu kami lihat lagi video pas kita di sana, oh iya, namanya Blue Ray," ujarnya.
Dalam momen itu, Gading mengungkapkan pihak Blueray juga sempat menjelaskan bahwa mereka bisa membantu untuk memasukan barang ke Indonesia.
"Tapi kan kami tidak lanjuti kami pesen apa enggak kan," ucap dia.
Gading lantas berkelakar bahwa jika seorang Raffi ingin membeli sebuah barang, sebenarnya tidak perlu jauh-jauh harus memesan di AS.
"Ibaratnya kalau misalnya, maksudnya, maksudnya ini bukan sombong, tapi misalnya kayak Raffi mau beli iPhone ngapain jauh-jauh ke Amerika, beli aja di ITC Kuningan," ujarnya.
Raffi Ahmad disebut-sebut dalam kasus dugaan suap terkait importasi barang di lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan.
Nama Raffi pertama kali muncul pada persidangan dengan terdakwa Pimpinan Blueray Cargo (Grup) John Field dan kawan-kawan yang berlangsung di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat, Jumat (5/6).
Dalam sidang itu, jaksa KPK awalnya menanyakan kepada saksi Sri Pangestuti alias Tuti selaku Pengusaha Pengurusan Jasa Kepabeanan (PPJK) terkait permintaan pengiriman laptop dan iPhone 17 dari AS ke Indonesia.
Permintaan tersebut disampaikan oleh Yohanes, yang merupakan asisten pribadi John Field, saat Raffi mengunjungi Kantor Blueray Cargo di AS.
"Ibu pernah diminta bantuan untuk, ini ada di chat komunikasi WA (WhatsApp) ibu, ibu pernah diminta bantuan untuk mengirimkan laptop sama iPhone dari Amerika Serikat?" tanya jaksa dalam persidangan.
Tuti lantas membenarkan komunikasi antara dirinya dengan Yohanes. Namun, dia mengklaim enggan memenuhi permintaan dimaksud.
Nama Raffi diketahui juga tertuang dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP) Yohanes. Hal ini sempat ditanyakan jaksa dalam persidangan pada Rabu (20/5).
"Di BAP Nomor 108, ini ada titipan kargo di Bali atas nama Raffi Ahmad melalui Nelwan pegawai Blueray Jakarta perwakilan Amerika Serikat. Dia ada nitip laptop sama hp, bagaimana ini saksi?" tanya jaksa.
Yohanes lantas menjelaskan bahwa Nelwan merupakan Kepala Divisi Blueray Cargo di AS. Saat itu, Raffi sedang berlibur.
"Izin saya jelaskan. Jadi, lagi itu dari Ko Nelwan, dia kepala divisi Amerika, dia ada apa si Raffi lagi jalan-jalan ke Amerika, mau titip handphone. Itu iPhone 17 kalau enggak salah baru keluar, buat masukin," jawab Yohanes.
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pun mengonfirmasi bahwa nama Raffi disebut dalam perkara tersebut.
Pelaksana Tugas Direktur Penyidikan KPK Achmad Taufik Husein menjelaskan nama Raffi muncul karena dirinya sempat berkunjung ke Kantor Blueray Cargo di Amerika Serikat (AS) untuk menitip atau mengirimkan sejumlah barang elektronik ke Indonesia, seperti iPhone 17.
"Betul, ada fakta saudara RA [Raffi Ahmad] itu menitip," kata Taufik di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Senin (8/6) malam.
(dis/dis/chri) Add
as a preferred source on Google


