Indahnya Melepas Rindu kepada EXO di EXhOrizon in Jakarta
7 tahun berselang dan tampil dalam formasi belum bisa komplet tak menghalangi EXO untuk tampil indah dan sukses memukau puluhan ribu penggemarnya di EXO PLANET #6 - EXhOrizon in Jakarta di Indonesia Arena, Sabtu (6/6).
Bila ada lagu yang bisa menggambarkan aksi Chanyeol, D.O., Kai, Sehun, dan Suho malam itu, mungkin petikan lagu "kamulah makhluk Tuhan yang tercipta yang paling seksi..." adalah ekspresi yang paling tepat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kai cs memancing gemuruh histeria EXO-L saat muncul tepat waktu dan membawakan MAMA sebagai pembuka konser malam Minggu itu. Mereka berlima datang dengan suasana misterius lengkap memakai jubah hitam.
Balutan jaket dan celana kulit berwarna hitam-merah membuat penampilan para idol usia lewat 30 tahun ini tampak gagah sekaligus dramatis.
Atmosfer konser semakin memanas ketika EXO membawakan Monster dengan iringan fanchant dan nyanyian dari para EXO-L. Tanpa jeda panjang, EXO lanjut membawakan intro Wolf dan Overdose dengan formasi teatrikal khas mereka.
Kelimanya tampil penuh energi sepanjang rangkaian lagu pembuka. Para penari latar, tata cahaya yang dinamis, serta visual panggung yang megah semakin memperkuat penampilan EXO.
Tiga lagu pembuka itu sukses membangkitkan antusiasme penonton yang sejak awal sudah bersorak ketika lampu arena mulai diredupkan.
Salah satu bagian paling menarik dari konser adalah sesi interaksi antara EXO dan para penggemar. Penerjemah menjalankan tugasnya dengan baik sehingga ucapan para member yang kerap saling timpa itu tetap bisa tersampaikan dengan jelas.
Termasuk saat para member saling guyon yang diterjemahkan dengan hangat. Dalam sesi itu, EXO mengungkapkan kerinduannya pada EXO-L Indonesia. Suasana jadi agak emosional saat mereka mengenang kunjungan terakhir kali pada 2019 dan aktivitas atau konser solo di Indonesia.
Review konser EXO PLANET #6 - EXhOrizon: Balutan jaket dan celana kulit berwarna hitam-merah membuat penampilan para idol usia lewat 30 tahun ini tampak gagah sekaligus dramatis. Foto: (dok. SM Town Global via X @smtownglobal ) |
Selain dramatis dan hangat, penampilan EXO malam itu juga terasa magis, terutama saat membawakan Jekyll. Kai membuka dengan dramatis di tengah properti untaian kain merah berbentuk figur manusia, dan dilanjutkan dengan empat member lainnya menarik untaian kain yang mengikat Kai di atas panggung.
Lagu Crazy dari album terbaru Reverxe berhasil mengantarkan penonton makin menggila dan dilanjutkan dengan The Eve juga Love Shot yang memiliki koreografi memanjakan mata dari para pria matang ini.
EXO sungguh lentur memainkan gairah dan semangat penonton malam itu. Properti panggung digunakan dengan sangat optimal, termasuk berbagai elemen visual seperti panggung tambahan.
Belum termasuk dengan kostum yang silih berganti ditampilkan oleh EXO, dari yang model dramatis hingga kasual. Aspek kostum ini sukses ikut memainkan mood dari lagu yang mereka bawakan.
Maka tak heran fanchant penonton tak berhenti sepanjang konser berlangsung. Antusiasme semakin memuncak ketika Ko Ko Bop berlanjut ke Call Me Baby, membuat seluruh arena bernyanyi bersama dalam euforia yang hangat.
Rindu lama tak bersua secara langsung antara idola dengan penggemarnya jelas terasa saat lagu hit demi lagu hit EXO bawakan di atas panggung, seperti Power, Don't Fight The Feeling, Run, hingga Love Me Right.
EXO jelas tak mau melewatkan dalam memanfaatkan rasa nostalgia yang membuncah dari dada para EXO-L. Mereka pun menurunkan emosi itu menjadi lebih sendu dengan Don't Go. Namun suasana kembali semarak saat mereka menampilkan lagu teranyar, Crown, dengan kehadiran properti dan barisan penari latar yang megah.
Review konser EXO PLANET #6 - EXhOrizon: Selama sekitar 2,5 jam konser berlangsung, kelima personel EXO tampil konsisten dan totalitas. Foto: (dok. SM Town Global via X @smtownglobal ) |
Selama sekitar 2,5 jam konser berlangsung, kelima personel EXO tampil konsisten dan totalitas. Mereka menutup pertunjukan dengan lagu Flatline, diiringi hiasan bintang yang membentang di langit-langit Indonesia Arena.
Hingga akhirnya EXO berpamitan --semoga untuk tidak dalam waktu yang lama-- mereka berhasil menghadirkan luapan emosi yang lengkap bagi para EXO-L yang rasanya tak ingin malam itu berakhir begitu cepat.
Luapan emosi, terutama rindu dari para penggemar, rasanya membuat kekurangan yang mungkin ada dari penampilan malam itu menjadi blur bahkan tidak penting. Karena kapan lagi bisa bertemu dengan EXO dalam format grup?
Apalagi untuk grup yang sudah debut dari 2012, EXO menunjukkan mereka masih solid meski kini tampil berlima dari sembilan personel.
EXO-L pun tak kalah solid, terlihat dari mereka yang tidak kebagian tiket ikut menikmati momen itu dari luar Indonesia Arena. Mereka memilih berkumpul di sekitar venue dibanding membeli tiket dari calo dengan harga yang melambung tinggi.
Bersama-sama, para penggemar menyanyikan lagu-lagu EXO sambil menikmati suasana konser dari luar arena, membuktikan bahwa kecintaan mereka terhadap grup Gen 3 itu lebih besar dari sekadar kapasitas Indonesia Arena.
(end) Add
as a preferred source on Google
[Gambas:Video CNN]


