Mantan ART Beber Kronologi Dugaan Penganiayaan oleh Erin
Mantan asisten rumah tangga (ART) Rien Wartia Trigina alias Erin membeberkan kronologi dugaan penganiayaan yang dilakukan oleh mantan istri Andre Taulany tersebut kepada dirinya.
Didampingi penyalur bernama Nia dan kuasa hukum setelah bertemu penyidik Polres Metro Jakarta Selatan, mantan ART berinisial H tersebut mengungkapkan kekerasan yang dialaminya bermula dari masalah sepele terkait pekerjaan rumah tangga.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ya awalnya tuh saya lagi bersihin sofa di lantai dua, terus Ibu Erin ke atas, dia masuk ke kamarnya Mas Dio dan melihat gorden itu enggak dibuka, sama kamar mandinya Mas Dio enggak ditutup. Di situlah dia marah," kata H seperti diberitakan detikHot pada Senin (4/5).
"[Saya jawab] 'iya Bu, maaf Bu nanti saya tutup Bu'. Terus dia ambil sapu yang saya pegang. Sapu lidi itu diambil sama dia, dipukul kepala saya pakai gagangnya," tuturnya.
Dalam kesempatan itu, H membeberkan Erin tak hanya melakukan kekerasan fisik tetapi turut melontarkan kekerasan verbal dengan berbagai makian kasar yang merendahkan status sosialnya. H juga mengungkapkan puncak kekerasan yang ia alami adalah pada saat mantan istri Andre Taulany itu menendang kepalanya hingga terjengkal.
"[Dia bilang] 'kamu ini kerja asal-asalan, kamu ini tolol, kamu ini bego'. [Saya jawab] 'maaf Bu, tapi jangan main tangan dong Bu, jangan kekerasan Bu, sakit'. Saya bilang begitu kan, terus kata Bu Erin, 'Ya kamu soalnya kerjanya tolol! Kamu tahu enggak ini tuh rumah mewah bukan kayak rumah kamu gembel'," bebernya.
"Puncaknya dengan sapu lidi itu sore jam 3. Kemudian dilanjutkan lagi dengan tendang, ditendang. Dan itu dia pakai mukena salat ashar, nendang saya. Saya jongkok di depan dia terus ditendang kepala saya sampai saya terjengkal," jelas H.
Tak hanya membeberkan kronologi kekerasan yang dilakukan Erin, pihak H saat ini tengah menunggu hasil visum dari rumah sakit untuk memperkuat laporan dugaan penganiayaan tersebut.
Kuasa Hukum Hera, Natalius Bangun, mengungkapkan kliennya telah menjalani pemeriksaan oleh penyidik.
"Sudah memberikan keteranganlah ya, apa yang ditanya tentang kejadian tersebut. Kurang lebih kalau saya enggak salah ingat ada 20 pertanyaan. Berkaitan dengan kronologi kejadian yang kami laporkan," ujar Natalius.
Kasus perselisihan antara Erin dan Hera mencuat ke publik setelah akun media sosial milik penyalur H memviralkan dugaan penganiayaan tersebut.
Kasus ini dimulai setelah H melaporkan Erin ke Polres Metro Jakarta Selatan pada Rabu (29/4) dini hari. Dalam laporan, Erin dituduh melakukan kekerasan fisik, seperti pemukulan, pencekikan, hingga pengancaman menggunakan senjata tajam di rumahnya di kawasan Bintaro.
Namun, Erin membantah keras seluruh tudingan tersebut. Ia mengklaim punya bukti kuat berupa rekaman CCTV serta kesaksian dari pekerja rumah tangga lain dan pihak keamanan yang membuktikan bahwa insiden penganiayaan tersebut tidak pernah terjadi.
(van/end) Add
as a preferred source on Google
[Gambas:Video CNN]
