Ruben Onsu Jadi Korban Dugaan Penipuan Proyek Mukena Rp5,5 M

CNN Indonesia
Rabu, 22 Apr 2026 09:40 WIB
Ruben Onsu dikabarkan menjadi korban dugaan penipuan proyek pengadaan mukena senilai Rp5,5 miliar.
Ruben Onsu menjadi korban dugaan penipuan proyek pengadaan mukena senilai Rp5,5 miliar. (Screenshot dari YouTube MOP Channel )
Jakarta, CNN Indonesia --

Ruben Onsu dikabarkan menjadi korban dugaan penipuan dalam proyek pengadaan mukena. Minola Sebayang selaku kuasa hukum menjelaskan kliennya diperkirakan alami kerugian hingga miliaran rupiah akibat proyek yang tak kunjung terealisasi.

Permasalahan ini beberapa bulan sebelum Idulfitri, seorang teman memperkenalkan Ruben kepada pria bernama Philipus Suprihatin. Philipus mengklaim punya akses menjembatani Ruben untuk memproduksi mukena dalam skala besar.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Nilai kontrak dalam perjanjian tersebut Ruben mengatakan lebih kurang Rp5,5 miliar, ya. Cukup tinggi nilai kontraknya," ujar Minola Sebayang seperti diberitakan detikcom, Selasa (21/4).

Tergiur dengan potensi bisnis di momen Lebaran, Ruben menyepakati kontrak kerja sama bagi hasil sebesar 60-40 dengan nilai kontrak mencapai Rp5,5 miliar.

Namun, selama proses kerja sama, Philipus terus meminta tambahan dana kepada Ruben dengan berbagai alasan, mulai dari uang muka produksi hingga biaya operasional.

[Gambas:Video CNN]

Meski Ruben telah transfer sejumlah uang ke rekening perusahaan yang disepakati diawal bersama Philipus, dana tersebut diduga tidak pernah disalurkan ke pabrik produksi.

"Pabrik itu akan memproduksi mukena kalau uangnya itu bayar di muka," ungkap Minola.

"Jadi artinya tidak ada pabrik itu, dia bilang dia produksi dulu baru dibayar, tapi pabrik selalu ingin ada uang baru mukena diproduksi."

Kecurigaan Ruben memuncak ketika tenggat waktu produksi terus diundur. Hingga perayaan Idulfitri berlalu, mukena yang dijanjikan tak kunjung diproduksi maupun dikirimkan.

Saat Ruben mencoba meminta pertanggungjawaban, Philipus disebut menghilang dan sulit untuk dihubungi.

Hingga saat ini, pihak Ruben Onsu masih menelusuri kejanggalan aliran dana, mengingat uang yang dikirimkan ke rekening perusahaan terkait tidak pernah sampai ke pihak pabrik yang seharusnya mengerjakan proyek mukena tersebut.

(chri) Add as a preferred
source on Google